Paijo terlilit utang

Saya masih terpana ketika dua hari ini Paijo curhat tentang utang-utangnya, tak mengira ia punya utang sedemikian banyaknya. Ia bercurhat kepada saya dengan harapan saya dapat memberikan solusi, meskipun belum terlontar dari mulutnya kalau ia ingin pinjam uang kepada saya.

Menurut saya, urusan utang-piutangnya menjadi rumit karena kesalahannya. Ia punya utang di sebuah bank dengan jangka waktu 5 tahun, di mana cara bayarnya dengan potong gaji. Ia juga punya tanggungan bayar cicilan mobil selama 3 tahun. Tanggungan utang yang paling parah ada 2 kartu kreditnya sedang bunga-berbunga, jumlahnya sangat besar menurut saya.

Skenario yang diusulkan pada pertemuan pertama dengan saya: ia ingin berutang lagi (dengan jumlah yang cukup besar) untuk melunasi kredit mobilnya (dan juga kartu kreditnya), lalu BPKB-nya diserahkan kepada orang yang mengutanginya sebagai jaminan.

Pada pertemuan kedua dengan saya: jumlah utang yang akan diajukan setengah dari skenario pertama.  lanjutkan baca

Sebelum ke Balikpapan, Kediri dulu

Sebelum libur tahun baru kemarin saya makan siang dengan Mas Purwo di restoran sebuah hotel bintang 3+ di bilangan tak jauh dari kantor saya. Kami lama tak berjumpa, pertemuan kemarin sebagai ajang silaturahim biar ndak putus di tengah jalan.

Sekedar mengingatkan, tulisan tentang Mas Purwo pernah saya bikin di antaranya: KosongKebiasaan makan yang baik atau Sedikit di bawah standar cara jitu menikmati hidup.

Penampilannya masih sama ketika terakhir saya bertemu dengannya, hanya kini ia mengenakan cincin batu akik berwarna hijau.

“Waduh, ikutan sindrom pakai akik mas? Jenis mata kucing, nih?” tanya saya. lanjutkan baca

Belajar kesabaran

Sabar itu mestinya tiada batas, sehingga terdengar wagu jika seseorang mengatakan kalau kesabarannya sudah habis. Seperti kata merdeka, mestinya tidak perlu didefinisikan arti merdeka itu apa, sebab jika didefinisikan maka ia tidak merdeka lagi.

Secara merdeka kita boleh belajar kesabaran dari alam sekitar. Aneka buah sampai tahap masak ada tata-waktunya, hanya manusia yang tidak sabar ingin menikmatinya akhirnya mengeramnya dengan karbit agar cepat masak. Oke, saya memang sering kesulitan belajar kesabaran kepada angin, air, tumbuhan, atau binatang.  lanjutkan baca