Rahasia yang menyebabkan Sengkuni tewas

Hari kedelapan belas, sinar matari sedang terik-teriknya di Padang Kurusetra tempat berlangsungnya perang Bharatayuda, sebuah perang saudara yang memperebutkan tahta. Di salah satu sudut lapangan, sedang berlangsung perang tanding antara Sengkuni melawan Bima.

Sengkuni adalah penasihat sekaligus pembisik Duryodana, Raja Hastina. Sebagai  seorang raja yang tipis kupingnya, semua bisikan Sengkuni ditelannya. Bahkan bisikan yang bermuatan hoax, sekalipun! Sengkuni ini adiknya Gandari, ibunya Duryodana. Ibu para Kurawa yang jumlahnya seratus orang itu. lanjutkan baca

Werkudara bungkus

Perut Kunti mengandung anak ke dua, perkawinannya dengan Pandu. Usia kandungan sudah melewati masa sembilan bulan. Prediksi Kunti, anaknya itu akan lahir tak lama lagi.

Pandu yang kondisi fisiknya semakin hari semakin lemah merasa bersalah, sebab ia tak mungkin menjadi suami siaga level sempurna. Ia hanya bisa menghibur istrinya, dan ia berusaha selalu berada di sisinya.

Pada suatu malam, Kunti mengeluh sakit perut yang hebat. Tetapi kesakitan yang tidak terlalu lama, sebab dari rahimnya telah lahir seorang anak. Pandu dan Kunti tertegun menyaksikan prosesi kelahiran jabang bayi yang sangat aneh. Jabang bayi itu masih berbungkus tembuni. Seharusnya tembuni itu berada di luar tubuh bayi, tetapi ini malah membungkus tubuh si jabang bayi. Tembuni itu menutup sangat rapat, sehingga tak ada celah untuk membukanya. lanjutkan baca

Indonesia 2019

1
Para ahli dan cerdik pandai menyusun Konstitusi baru,
Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia,
Berdasarkan kepentingan bangsa dan negara,
Berkiblat dan berpihak kepada kepentingan rakyat banyak,
Para ahli dan cerdik pandai menyusun undang-undang baru,
Mengganti undang-undang dan aturan birokrasi tumpang tindih,
Mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara,
Urusan mudah tidak dipersulit, urusan sulit dipermudah.

2
Tidak ada lagi undang-undang dan peraturan yang tumpang tindih,
Ribuan Kepres, PP dan peraturan daerah dinyatakan tidak berlaku,
Undang-undang dan peraturan sejalan dengan Konstitusi,
Sistem birokrasi pemerintahan menjamin kepastian hukum,
Hukum dan perundang-undangan berpihak pada rakyat banyak,
Kepastian berusaha dan iklim investasi dijamin aturan jelas dan tegas,
Tidak perlu suap dan sogok untuk kelanacaran usaha. lanjutkan baca