Penyempitan diskus L 4/5, suspect HNP

Setahun belakangan ini, saya merasakan tidak beresnya kondisi boyok saya. Keadaan sakit pinggang – menjalar sampai di paha – begitu berasa ketika saya berdiri tegak. Kalau sudah pegal-pegal semacam ini, saya mengandalkan obat rematik yang dijual bebas di pasaran, atau paling banter pergi ke dokter umum dan mendapatkan beberapa jenis obat yang menghilangkan rasa sakit boyok saya.

Hilang sakitnya cuma sementara sih, nanti juga kambuh kembali.  Tapi kadang-kadang kadar asam urat dan kolesterol saya tinggi, sehingga pegal-linu semakin sempurna rasanya.

Arkian, ada referensi untuk berobat alternatif dengan cara terapi cubit, di bilangan Piyungan Bantul. Karena merasa enakan, saya mengulang beberapa kali.

***

Dan saya pun ke JOG dalam kali kesebelas untuk terapi. Malam sabtu saya sudah berada di JOG, seperti biasanya.

Bangun tidur, mata kaki saya bengkak dan sakitnya minta ampun. Pagi itu saya pergi ke RSPR – rumah sakit yang nggak jauh dari Bunderan UGM, dan memilih untuk ke dokter internis. lanjutkan baca

YIA

Sejak YIA (Yogyakarta International Airport) beroperasi pada bulan Mei 2019 lalu, baru kemarin (29/9/2019) saya mencoba melakukan perjalanan dari YIA ke HLP.

Pertanyaan pertama yang timbul adalah apa jenis moda transportasi dan berapa lama waktu tempuh untuk menuju ke YIA dari Kota Jogja. Tentu saja saya bertanya-tanya kepada Kyai Gugel, dan dengan mudah saya mendapatkan jawaban.

Setelah mendapatkan informasi yang saya butuhkan, saya pun booking tiket pesawat dengan keberangkatan jam 13.10.

Melalui aplikasi KAI Access saya booking tiket Local Trains KA Solo Ekspres, kereta api komuter bandara kelas eksekutif yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia yang melayani rute Solo Balapan – Kutoarjo dan sebaliknya. Saya ambil rute Lempuyangan (09:36) – Wojo (10:23), dengan harga tiket Rp30 ribu. lanjutkan baca

Berpisah dengan Kyai Garuda Seta

Setelah lima tahun bersamanya, akhirnya Mas Suryat mesti berpisah dengan Kyai Garuda Seta (KGS) yang setia menemani aktivitasnya sehari-hari. Ia sayang betul pada KGS.

Nama KGS ia sematkan kepada Mitsubishi Outlander Sport (OS) Type PX yang berwarna putih itu, bahkan sejak ia naksir melihatnya di salah satu ruang pamer Paragon Solo pada suatu sore. Kelak, KGS menjadi mobil matic pertama yang ia kendarai.

Apa mobil matic bisa untuk ngebut dan ngepot di jalanan? Kira-kira seperti itu pertanyaan di hatinya. Ternyata, enak betul mengendarai mobil matic. lanjutkan baca