Penyempitan diskus L 4/5, suspect HNP

Setahun belakangan ini, saya merasakan tidak beresnya kondisi boyok saya. Keadaan sakit pinggang – menjalar sampai di paha – begitu berasa ketika saya berdiri tegak. Kalau sudah pegal-pegal semacam ini, saya mengandalkan obat rematik yang dijual bebas di pasaran, atau paling banter pergi ke dokter umum dan mendapatkan beberapa jenis obat yang menghilangkan rasa sakit boyok saya.

Hilang sakitnya cuma sementara sih, nanti juga kambuh kembali.  Tapi kadang-kadang kadar asam urat dan kolesterol saya tinggi, sehingga pegal-linu semakin sempurna rasanya.

Arkian, ada referensi untuk berobat alternatif dengan cara terapi cubit, di bilangan Piyungan Bantul. Karena merasa enakan, saya mengulang beberapa kali.

***

Dan saya pun ke JOG dalam kali kesebelas untuk terapi. Malam sabtu saya sudah berada di JOG, seperti biasanya.

Bangun tidur, mata kaki saya bengkak dan sakitnya minta ampun. Pagi itu saya pergi ke RSPR – rumah sakit yang nggak jauh dari Bunderan UGM, dan memilih untuk ke dokter internis. lanjutkan baca

Pas tidak Legi

Kika pernah bercerita kalau ia pergi ke Pasar Kotagede. Ceritanya seru, karena ia seperti melihat pasar zaman dulu yang sesungguhnya: tukang obat menjajakan dagangannya dengan cara atraktif di sebelah tukang ramal nasib orang, para pedagang burung hias dikerumuni pecinta hewan berkicau itu di sisi barat pasar, serta pedagang barang yang unik lainnya.

Saya pun terprovokasi ingin mengunjungi pasar tradisional tertua yang dibangun di abad 16 tersebut.

Pas hari Minggu kunjungan ke Jogja, kami berempat nge-grab ke Pasar Kotagede. Sekira jam 9-an pasar kok sepi. Usut punya usut dengan bertanya kepada para pedagang di sana, pasar ini ramai kalau pas pasaran Legi. Kami datang ke sana hari Minggu Paing. Benar saja, ketika melihat tulisan di pintu masuk: Pasar Legi Kotagede. lanjutkan baca

Saksi mata GMT 2016

Akhirnya Kota Palembang (PLM) menjadi destinasi saya untuk menjadi saksi mata GMT 2016. Selain dekat dengan Jakarta, beberapa fasilitas di Palembang nanti lebih mudah saya dapatkan. Untuk hotel saya mendapatkan rate khusus, sebab hotelnya masih satu group dengan perusahaan tempat saya bekerja selama ini. Sedangkan untuk kendaraan yang akan saya gunakan selama di sana difasilitasi oleh adik saya yang pernah berdinas di Palembang, melalui jalur pertemanannya.

Hari Selasa (08 Maret 2016) sekira jam 19.30 WIB saya tiba di Bandara PLM dan dijemput oleh mas Hendra. Karena perut lapar kami mampir di sebuah rumah makan khas masakan pindang. Mayan enak. Sampai di hotel langsung istirahat, sebab esok jam 06.00 WIB kudu sudah berangkat menuju Jembatan Ampera, sebab di sini akan diadakan Festival GMT 2016.  lanjutkan baca