Gino pun berangkat Umroh

Akhir tahun 2018 tinggal hitungan hari saja, tetapi kesibukan Mas Suryat serasa tiada kendat. Ada belasan surat yang mesti ditanggapi sebelum tahun berganti, sementara staf admin sudah keburu cuti tahunan. Ketika ia sedang konsentrasi level tiga, Gino datang ke ruangannya menyajikan kopi item kesayangan Mas Suryat.

“Gorengannya habis, pak!”

Mas Suryat memang pesan gorengan Gino yang saban hari ia siapkan di meja pantry. Aneka gorengan bikinan istrinya itu main ditaruh saja. Bagi siapa pun yang ingin mengudap gorengan tersebut tinggal menaruh uang di kaleng biskuit di ujung meja. lanjutkan baca

Sederhana, kebersamaan dan bahagia

Pengantin pria itu mengucapkan ijab-kabul dengan lancar. Tak ada teriakan kata ‘sah’ yang berlebihan alih-alih tepuk tangan dari hadirin. Kemudian mas kawin berupa cincin 2 gram disematkan di jari manis pengantin wanita. Semua lega.

Meja kursi yang tadi digunakan untuk acara ijab-kabul segera disingkirkan oleh panitia. Sepasang pengantin yang mengenakan baju senada warna biru dibawa ke atas panggung pelaminan diiringi lagu Tombo Ati (versi campursari). Mereka didudukkan di kursi pelaminan yang terbuat dari bambu. Dekorasi yang dikerjakan oleh para pemuda Karang Taruna Desa bertema green. Ada dua pohon pisang dipasang di sisi kiri-kanan kursi pelaminan. Tanaman-tanaman yang dipajang juga yang biasa kita temui di halaman rumah seperti Sri Rejeki, Pucuk Merah, Lidah Mertua dan aneka perdu. Tak ada bunga mahal sama sekali yang terpajang di sana. lanjutkan baca

Cancer #49

Meskipun ini soal matematika, namun bukan salah satu soal yang keluar di UN atau tes SMPTN yang diujikan bagi anak-anak SMA beberapa waktu lalu.

Perintahnya begini: buatlah suatu persamaan sederhana pada susunan tanggal kelahiran seseorang yang jatuh pada 12-7-1967. Pada tahun ini, ia berusia 49 tahun.

Jawabannya:

1 – 2 – 7 – 1 – 9 + 67 = 49

Matematika itu unik dan menyenangkan. Utak-atik sebentar, deretan tanggal kelahiran dapat dibuat suatu persamaan seperti di atas.

***
lanjutkan baca