Rindu benci Drupadi kepada Karna

Pagi itu, suasana di alun-alun Kerajaan Pancala sudah mulai riuh rendah. Umbul-umbul dan aneka bunga menghiasi setiap sudut lapangan. Rakyat pun mulai berdatangan untuk menyaksikan hajat besar yang dibuat oleh Raja Pancala. Hari itu Drupada – Raja Pancala tengah mencari menantu. Ia sedang mencari suami untuk anak perempuannya nan jelita, Drupadi.

Sengaja ia menyebarkan undangan ke negeri-negeri tetangga, dan hanya seorang ksatria tangguh yang ia cari sebagai calon menantu. Ksatria yang kelak dapat melindungi Drupadi. Ada belasan ksatria yang mendaftarkan diri mengikuti sayembara yang diadakan oleh Raja Pancala. Sayembara? Iya.

Dalam hati kecilnya, Drupadi tidak suka dengan cara yang dilakukan ayahnya dalam mencari menantu. Sungguh ia tak rela, sebagai obyek yang disayembarakan. Namun ia tak punya pilihan selain manut kepada keinginan ayahnya.

Sayembaranya sederhana saja. Ada sebuah busur dan anak panah super besar dan berat diletakkan pada sebuah panggung. Ksatria yang bisa mengangkat busur kemudian melepaskan anak panah tepat di tengah sasaran yang ditentukan, ksatria tersebut yang akan ditetapkan sebagai pemenangnya. read more

Rahasia yang menyebabkan Sengkuni tewas

Hari kedelapan belas, sinar matari sedang terik-teriknya di Padang Kurusetra tempat berlangsungnya perang Bharatayuda, sebuah perang saudara yang memperebutkan tahta. Di salah satu sudut lapangan, sedang berlangsung perang tanding antara Sengkuni melawan Bima.

Sengkuni adalah penasihat sekaligus pembisik Duryodana, Raja Hastina. Sebagai  seorang raja yang tipis kupingnya, semua bisikan Sengkuni ditelannya. Bahkan bisikan yang bermuatan hoax, sekalipun! Sengkuni ini adiknya Gandari, ibunya Duryodana. Ibu para Kurawa yang jumlahnya seratus orang itu. read more

Werkudara bungkus

Perut Kunti mengandung anak ke dua, perkawinannya dengan Pandu. Usia kandungan sudah melewati masa sembilan bulan. Prediksi Kunti, anaknya itu akan lahir tak lama lagi.

Pandu yang kondisi fisiknya semakin hari semakin lemah merasa bersalah, sebab ia tak mungkin menjadi suami siaga level sempurna. Ia hanya bisa menghibur istrinya, dan ia berusaha selalu berada di sisinya.

Pada suatu malam, Kunti mengeluh sakit perut yang hebat. Tetapi kesakitan yang tidak terlalu lama, sebab dari rahimnya telah lahir seorang anak. Pandu dan Kunti tertegun menyaksikan prosesi kelahiran jabang bayi yang sangat aneh. Jabang bayi itu masih berbungkus tembuni. Seharusnya tembuni itu berada di luar tubuh bayi, tetapi ini malah membungkus tubuh si jabang bayi. Tembuni itu menutup sangat rapat, sehingga tak ada celah untuk membukanya. read more