Teladan ayah

KA Senja Utama Solo baru saja selesai lansir di Jalur 3 Sta. SLO. Penumpang bergegas naik ke dalamnya, meskipun keberangkatan masih sekitar 30 menit lagi. Saya termasuk penumpang yang gasik masuk gerbong, secara saya ingin segera menaruh barang bawaan di bagasi dan menikmati kopi item yang saya beli sebelum check in tadi. Perjalanan saya kali ini kembali ke KW,  setelah tetirah sekaligus ngalap berkah dari ibu dalam paket 2D1N.

Sesekali saya menyaksikan para penumpang mencari posisi bangku masing-masing. Terlihat seorang pria membawa sepasang anak lelaki kembar, berumur sekitaran 8 atau 9 tahun. Mereka duduk di bangku nomer A-B-C di depan saya. read more

Nglaras rasa

Tiga minggu lalu saya menengok ibu sekaligus nyekar ke makam bapak – tentu saja juga ke makam simbah, secara bulan sudah masuk Ruwah, menjadi adat orang Indonesia menengok dan mendoakan para marhum sebelum masuk bulan Puasa.

Selepas subuh saya berangkat ke makam. Sepulang nyekar saya duduk di balai kayu bikinan tangan bapak, yang terletak di teras rumah. Ibu telah membuatkan kopi hitam dan ubi goreng sebagai kudapan yang ditaruh di balai kayu tersebut.

Matahari belum juga meninggi. Pagi-pagi duduk di teras, menyeruput kopi dan tidak melakukan apa-apa. Hmm, sebahagia inikah menjadi seorang pensiunan? read more

Kesedihan bisa mengacaukan segalanya

Sumarni – perempuan berbaju kuning, menangis sejadi-jadinya begitu mendapatkan kabar kalau anak bungsunya mati tenggelam saat bermain di sebuah bendungan kali ujung desanya. Ponsel jadul masih dalam genggamannya, belum sempat ia matikan. Suara yang tadi mengabarkan berita duka masih berteriak hola-halo menunggu sahutan dari perempuan itu. Tetapi Sumarni masih menangis bahkan ditingkahi dengan teriakan histeris.

Lengking suara tangis histeris milik Sumarni telah mendatangkan kerumunan dari orang-orang yang sedang melakukan transaksi jual beli di sebuah pasar kota. Tak terkecuali bagi seorang pencopet pasar. Kerumunan orang yang semakin banyak memberikan kesempatan baginya mengutil dompet orang yang lengah. Ada tiga dompet yang sudah berpindah ke tangannya, termasuk dompet milik Sumarni, perempuan yang tengah kehilangan anak bungsunya itu. read more