Saya [hampir tidak] takut ular lagi

Setelah sering kali menyaksikan tayangan Snake in the City di kanal National Geographic Wild, saya [hampir tidak] takut ular lagi.

O iya?

Dulu, melihat gambarnya saja membuat bulu kuduk saya merinding. Bahkan, kaki saya akan ngregeli ketika di jalan mobil saya melindas bangkai ular (terpaksa melindasnya sebab tak mungkin ada celah untuk menghindar). Atau jika di televisi ada film tentang ular, buru-buru saya memindahkan salurannya.

Waktu kecil dulu, saya ingat teman-teman sepermainan suka memegang dan mempermainkan ular lare angon (Xenochrophis vittatus). Jenis ular ini sangat jinak, sering untuk mainan anak-anak gembala, makanya disebut sebagai ula lare angon (ular anak gembala). Meskipun ndak galak, saya tetap tidak berani memegang seperti teman-teman saya. read more

Jurus mengelak

Memang sudah menjadi kodratnya manusia: selalu mengelak, bahkan pada saat kepepet sekalipun. Justru pada saat kepepet seperti itu ide brilian untuk mengelak berhamburan dari otaknya. Mengelak berarti mempertahankan diri dari serangan lawan. Mengelak juga berarti ingin lari dari tanggung jawab. Ada yang bernasib baik, ada yang apes.

[1]

Arkian pada sebuah perusahaan, masing-masing jabatan sudah punya uraian tanggung jawab yang biasa disebut sebagai job description atau tugas pokok dan fungsi (tupoksi) atau istilah lain sebangsa itu yang diuraikan secara detil dan tertulis.

Akan sangat aneh jika ada seorang karyawan yang mengelak terhadap tupoksi yang memang betul-betul menjadi tanggung jawabnya. Orang semacam ini suka menggunakan jurus tai-chi master, selalu mengelak dan berkata: ini bukan pekerjaan saya, tapi pekerjaan kalian. read more

Lolongan pria (yang mulai) tua

Serial Cerita Pemilik Bulan Juli #5

Kulihat wajahku letih dan tua, tapi aku berusaha tertawa. Anggap hidup hanya sandiwara, yang kan berakhir segera – Lolong [Ebiet G. Ade]

Balai Desa sudah penuh sesak. Malam itu ada acara halal bihalal yang diselenggarakan oleh Pemuda Desa. Saat itu tahun 1981, saya masih kelas 1 SMA di mana panitia seksi sibuk kebanyakan pemuda di usia SMA. Saya sendiri didapuk untuk laden snack yang telah dibungkus plastik (sepertinya waktu itu belum model kardus).

***

Pensi malam itu sungguh semarak. Pemuda yang mempunyai bakat dan ingin tampil, jauh-jauh hari sudah berlatih agar saat di panggul tidak banyak kesalahan yang dibuat. Salah satu penampil yang saya ingat sampai sekarang namanya mas Kenthut, sosoknya jangkung dan pandai bermain gitar. read more