Menjemput rejeki

Saban pagi dan petang hari aku punya waktu bersama anak perempuanku, setidaknya satu jam di masing-masing kesempatan, saat berangkat dan pulang bekerja. Lokasi tempat kerjanya tiga blok lebih jauh dari tempatku bekerja, sehingga aku mesti mengantarnya terlebih dulu, baru aku balik arah menuju tempat kerjaku.

Karena tempat kami bekerja merupakan kompleks kawasan industri, kami berangkat kerja serentak dengan karyawan lain. Ada ribuan motor dan ratusan mobil bergerak ke arah yang sama. Sebagian di antara kami dan mereka, tengah mencari atau bahkan menjemput rejekinya masing-masing.

“Kalau kita ini sedang mencari atau menjemput rejeki sih, pak?” tanya anak perempuanku suatu ketika.

“Ilustrasinya akan bapak ambil dari penggalan kisah di novel The Kite Runner karya Khaled Hossaeini. Kamu pernah membacanya, bukan?” aku bertanya balik.

Ia mengiyakan. “Persahabatan antara Amir dan Hassan, dua bocah yang berasal dari Afganistan”. read more

India #7: I am Kalam

Title: I am Kalam • Directed by: Nila Madhab Panda • Starring: Harsh Mayar, Gulshan Grover, Dharmveer Jakhar, Pitobash Tripathy, Beatrice Ordeix • Release: 2011

Film I am Kalam merupakan kisah perjuangan seorang anak miskin dalam mengejar mimpinya. Kisah heroik semacam ini jamak ditemui di negara-negara berkembang yang timpang kehidupan antara si kaya dan si miskin.

Tokoh kita bernama Chhotu, anak yang berasal dari kampung miskin mencoba mengadu nasib di kota besar, kehidupannya melampaui batas-batas realitas.  Ia diantar oleh ibunya ke kota dan dititipkan kepada Bhati, kerabat ibunya yang mempunyai kedai makanan yang terletak di pinggir jalan raya tak jauh dari sebuah istana sekaligus yang dilengkapi semacam guest house/motel yang disewa oleh orang-orang asing. read more

Menjadi penyebab macet

Hujan memang sedang lucu-lucunya. Waktu turunnya pun suka-suka, bisa pagi, siang atau malam hari. Bahkan juga seharian yang menyebabkan genangan di mana-mana.

Syahdan, di malam kamis minggu lalu juga turun hujan. Tanggung menunggu hujan reda, saya memutuskan untuk tetap pulang kantor. Meskipun hujan, lalu-lintas arah pulang relatif lancar. Kira-kira baru berjalan 2 km, saya simpangan dengan sebuah truk besar di lokasi jalan beton yang tergenang separo tinggi roda.

Mobil saya posisikan agak menepi ke kiri. Tetapi karena ambil terlalu kiri, roda belakang kiri keluar jalur jalan beton dan terperosok ke dalam lumpur. Mesin mobil mati seketika. Saya hidupkan kembali mesin mobil, dan mencoba keluar dari kubangan lumpur tersebut, tetapi gagal. Mobil tidak bergerak sama sekali. read more