Taif

Desember tahun lalu, saya berkesempatan berada di Taif – kota yang berhawa dingin berjarak sekitar 1,5 jam dari Mekkah. Taif diberkahi sebagai kota yang subur dengan hasil pertanian terutama buah-buahan yang melimpah, selain aneka bunga. Untuk menuju Taif, kita akan melalui jalan berkelok dan menanjak, ciri khas jaringan jalan menuju puncak gunung.

Jika di kota Madinah terdapat Jabal/Gunung Uhud yang kelak dapat kita temui di surga, di Taif akan kita temukan pohon Zaqqum – yang di neraka nanti akan menjadi makanan bagi para penghuni neraka (QS 56: 51-56).

Selain dikenal dengan keindahan dan kesejukan alamnya, Taif juga menyimpan sejarah perkembangan penyebaran agama Islam dan sejarah kehidupan Kanjeng Nabi. Di Taif inilah Kanjeng Nabi pertama kali mendapat tantangan, cemoohan, pengusiran bahkan sempat dilempari batu oleh kabilah Tsaqif, kabilah terbesar di kota Taif. Mutawif/pemandu kami menceritakan itu semua ketika dalam perjalanan Mekkah-Taif. read more

Ike Mese: perang akibat gagalnya diplomasi

Kapal-kapal kami baru saja meninggalkan Pelabuhan Tuban untuk menuju ke negara kami nun jauh di sana, Kekaisaran Mongol. O iya, perkenalkan nama saya Meng Khi, asisten pribadi Jenderal Ike Mese salah satu dari tiga pemimpin ekspedisi Mongol ke Tanah Jawa.

Saya sendiri pernah datang ke Tanah Jawa, sekitar 3 tahun yang lalu. Saya mendapatkan titah khusus dari Kaisar Kubilai Рia terkenal dengan sebutan Kubilai Khan, untuk datang ke Tanah Jawa menyampaikan pesan Kubilai Khan untuk raja Jawa. Kejayaan Kerajaan Singasari yang dipimpin oleh Kertanegara terdengar sampai ke telinga Kubilai Khan, sehingga ia ingin menaklukan Singasari ke bawah duli Khan Agung kami tersebut.

Tapi apa daya, pesan yang saya sampaikan mendapatkan penolakan dari Kertanegara. Lihatlah wajah saya. Hidung saya tidak utuh, telinga kiri buntung. Semua itu ulah dari Kertanegara, ketika saya sampaikan pesan Kubilai Khan supaya tunduk dan takluk kepada Kekaisaran Mongol dengan cara memberikan upeti rutin saban tahunnya. Ia marah dan mengiris hidung dan telinga saya. read more

Rapid

Karena alasan supaya anak-anaknya bisa kumpul, peringatan 100 hari meninggalnya bapak dilaksanakan malam minggu. Tadi malam. Saya berangkat naik bus dari Karawang Jumat malam, sampai di Terminal Tirtonadi esok hari menjelang subuh.

Saya sudah punya tiket rencana kepulangan ke Karawang pada Minggu sore. Nantinya berangkat dari Terminal Tirtonadi.

Kira-kira 3 mingguan ini, sebagai admin WA Group saya sudah me-remove 3 teman dengan alasan ketiganya meninggal dunia karena sakit yang kurang dari seminggu dirawat di RS. Teman-1 merupakan kolega bisnis, teman-2, teman sekolah saat di SD-SMP-SMA dan teman-3 merupakan rekan kerja satu kantor,  yang dimakamkan kemarin siang Рsaya sudah berada di Karanganyar.

Ketika saya memonitor prosesi pemakaman teman saya tersebut, masuk pesan via WA dari sahabat saya yang menginformasikan kalau istrinya sedang kritis di RS. Ia meminta doa supaya dimudahkan kepergian menghadap-Nya. Memang pada bulan kemarin ia memberitahu saya kalau dokter sudah memberikan ancer-ancer berapa lama lagi istrinya bertahan hidup akibat kanker yang sudah menyebar ke seluruh tubuhnya. read more