Pasca tindakan HNP, kuncinya disiplin

Lanjutan bahasan dari artikel: Endoskopi PELD: mengatasi saraf kejepit saya.

Saya hanya ingin berbagi pengalaman pasca tindakan operasi HNP dengan Endoskopi PELD.

Hari H – Operasi

Saya dioperasi Sabtu, 14 November 2020. Setelah selesai tindakan operasi, saya ditanya dokter apakah nyeri masih saya rasakan? Jawabannya, nyeri sampai ujung jari jempol kaki kiri saya sudah lenyap. Saat itu yang saya rasakan: dari pinggang sampai bawah pantat saya sakitnya bukan main (apalagi jika ada gerakan). Maka, setelah urusan admin selesai, saya pulang.

Posisi kursi mobil ditidurkan agar saya nyaman selama perjalanan pulang Jakarta-Karawang. Sampai di rumah, turun dari mobil sampai dengan masuk kamar saya kesulitan berjalan kaki. Harus pelan-pelan, karena begitu kaki saya gerakkan, pinggang saya sakitnya bukan main. read more

SMK Suryacipta: cerdaskan siswa terampil berkarakter tangguh

Saat ini bersekolah di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) masih dipandang sebagai sistem Pendidikan kelas dua, jika dibandingkan dengan bersekolah di SMA (Umum), sehingga tidak diminati kalangan menengah ke atas. Selain itu kurikulum SMK belum link & match dengan industri, sehingga banyak lulusan SMK tidak terserap di dunia industri bahkan data BPS mencatat kalau lulusan SMK menempati ranking pertama jumlah pengangguran terbanyak.

Juga banyak SMK yang belum mengarah pada pendidikan karakter. Untuk menjawab stigma negatif tersebut Yayasan Suryacipta bekerjasama dengan Yayasan Karya ATMI Cikarang mendirikan SMK Suryacipta Karawang.

Pendidikan SMK Suryacipta Karawang mengarahkan pada keterampilan motorik (otot), keterampilan pikir (otak) atau cerdas, dan keterampilan hati (attitude) yang diajarkan selama siswa studi di SMK Suryacipta Karawang. Jadi mempunyai keterampilan gerak, cerdas, dan sikap profesional (teliti, disiplin, dan bertanggung jawab). read more

Naik bis bumel Solo-Yogya

Pada saat libur panjang Maulud Nabi kemarin saya punya 2 acara, salah satunya menengok ibu di Karanganyar dan acara selanjutnya di Yogya. Untuk menghindari kemacetan di jalan raya, saya menggunakan KA sebagai sarana transportasi.

Saya njujug ke Karanganyar dulu.

Karena KA Singasari (langsung dari Karawang ke Solo) belum beroperasi selama Pandemi Covid-19 ini, maka saya menyiasati dengan pindah KA. Pertama, saya naik KA Jayabaya turun di Cirebon, kemudian saya sambung naik KA Gajayana turun di Stasiun Solo Balapan. Sambil menunggu kedatangan KA Gajayana, saya masih sempat makan malam di Stasiun Cirebon.

***

Rencana awal saya, ke Yogya naik KA Prameks. Karena ndak dapat tiket, saya ke Terminal Tirtonadi Solo, naik bis saja. Baru saja saya sampai di pintu masuk terminal, sudah ditawari masuk bis bumel (kasta terendah di kelompok bis non-AC) “Suharno” jurusan Yogya yang sudah ngetem, siap berangkat. read more