Legenda Coban Rondo

Pada sebuah desa di lereng Gunung Kawi penduduknya sedang bergotong-royong membersihkan jalan utama. Beberapa diantara mereka memasang umbul-umbul dan mengecat pagar dengan kapur putih. Kesibukan paling luar biasa terlihat di rumah Ki Demang Ranu. Maklum, Ki Demang Ranu akan mantu. Anak perempuannya yang bernama Dewi Anjarwati itu akan melangsungkan pernikahan dengan dengan Raden Baron Kusumo, anak salah satu kerabat istana yang berasal dari lereng Gunung Anjasmoro.

Tentunya Ki Demang Ranu tak ingin dibuat malu pada acara penyambutan besan dan menantunya nanti, maka ia kerahkan rakyatnya untuk membersihkan desa dan menghias jalanan dengan umbul-umbul untuk menyambut tamu kehormatan. Ia sangat bangga mendapatkan besan seseorang yang berdarah biru dan ia merasa hal itu akan mengangkat derajatnya. read more

Lagi, hujan bulan Juni


tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Hujan Bulan Juni – Sapardi Djoko Damono

Ketika saya tulis artikel ini hujan tengah turun dengan derasnya. Beberapa saat lalu, matari demikian teriknya dan tiba-tiba mak prepet lalu turunlah hujan. Ya, seperti lelaki yang tengah termangu karena menahan gejolak rindu kepada kekasih hatinya. Ia merahasiakan renjana yang telah membuat sesak dadanya, meskipun rahasia itu diketahui dengan pasti oleh kekasihnya yang juga rindu kepadanya. read more