Kebahagiaan itu datang melalui tujuh sebab

Pertama, kebahagiaan datang lantaran kesaktian atau keampuhan sehingga ditakuti orang lain. Kesaktian dan kekuatan ini bisa diperoleh dengan cara mengurangi makan sehingga hati menjadi tenteram. Pantangan yang harus dihindari adalah merugikan dan mengganggu orang lain.

Kedua, kebahagiaan itu datang karena kepandaian, yakni agar diakui oleh orang lain. Untuk mendapatkan kepandaian ini bisa dimulai dengan cara mengabdi, dapat dicapai dengan cara telaten dan bersungguh-sungguh. Pantangan yang harus dihindari adalah malas dan tak bersemangat.

Ketiga, kebahagiaan datang melalui sarana kekayaan, agar orang-orang mendekatinya. Ini bisa diraih dengan cara bekerja, dan akan tercapai jika dilakukan dengan sabar, pasrah, hemat, teliti dan hati-hati. Pantangan yang harus dihindari adalah rakus dan tamak. read more

MPP: ingin punya toko kelontong

MPP singkatan dari Masa Persiapan Pensiun. Meskipun di tempat saya bekerja tidak ada program MPP, saya mesti menyiapkan diri menjelang pensiun nanti. Setidaknya menyiapkan mental saat tidak seproduktif hari ini. Hitungan saya, dua puluh tiga bulan lagi saya akan memasuki usia pensiun.

Saya sendiri beranggapan kalau ber-MPPĀ  penting dilakukan, sebab saya mesti menyediakan waktu untuk penyesuaian diri terhadap masa pensiun yang akan saya alami. Hal ini saya lakukan supaya tidak mengalami sejumlah problem psikologis akibat ketidaksiapan mental saya untuk pensiun.

Saya sudah mulai berhitung kalau JHT Jamsostek saya nanti masih cukup untuk membayar sisa hutang bank dan cicilan mobil. Selebihnya, untuk cadangan bulanan saat tidak mendapatkan penghasilan yang tetap seperti biasanya. Rencana yang sampai saat ini (masih) mantap akan saya lakukan adalah saya ingin mempunyai toko kelontong kecil-kecilan yang lokasinya tak jauh dari masjid. read more

Bahtera Nuh

Aku baru saja terbangun dari lelap tidur malam, ketika terdengar keributan di sekitar rumahku. Bolehlah lubang pohon ini aku sebut sebagai rumah, karena saban hari menjadi tempat tinggal bersama keluarga kecilku. Aku segera beranjak keluar dan aku melihat kerumunan para penghuni hutan.

“Orang yang sedang menebang pohon itu bernama Nuh, utusan Tuhan yang akan menyelamatkan penghuni planet bumi ini,” ujar pak Gajah sambil berbisik.

“Bagaimana engkau tahu, kalau ia utusan Tuhan?” tanyaku menyibak kerumunan binatang yang sedang menyaksikan perilaku Nuh dari kejauhan.

“Aku mendengar kisahnya dari burung Merpati sahabatku,” jawab pak Gajah.

Pak Gajah meminta burung Merpati menceritakan kisah Nuh. read more