India #7: I am Kalam

Title: I am Kalam • Directed by: Nila Madhab Panda • Starring: Harsh Mayar, Gulshan Grover, Dharmveer Jakhar, Pitobash Tripathy, Beatrice Ordeix • Release: 2011

Film I am Kalam merupakan kisah perjuangan seorang anak miskin dalam mengejar mimpinya. Kisah heroik semacam ini jamak ditemui di negara-negara berkembang yang timpang kehidupan antara si kaya dan si miskin.

Tokoh kita bernama Chhotu, anak yang berasal dari kampung miskin mencoba mengadu nasib di kota besar, kehidupannya melampaui batas-batas realitas.  Ia diantar oleh ibunya ke kota dan dititipkan kepada Bhati, kerabat ibunya yang mempunyai kedai makanan yang terletak di pinggir jalan raya tak jauh dari sebuah istana sekaligus yang dilengkapi semacam guest house/motel yang disewa oleh orang-orang asing. read more

Skak

Di masa bocah dulu, soal mainan, bapak tidak pernah membelikannya untuk keempat anak lanangnya. Saya akui bapak sangat kreatif membikinkan mainan untuk kami. Misalnya ketika sedang musim tembak-tembakan, bapak membuat pistol mainan dari kayu. Atau ketapel dari batang jambu yang terkenal liat itu. Kami menyaksikan dan kami meniru apa yang dibuatkan bapak tadi. Tak sekedar diraut, bahkan sampai diamplas dan dicat.

Pada suatu hari ketika bapak pulang kerja – ia pulang seringnya malam hari – bapak mengelap lantai semen ruang tamu rumah kami. Listrik PLN yang baru sebulan kami nikmati, menerangi remang-remang ruang tamu. Mungkin karena waktu itu pasokan listrik PLN masih menggunakan 110 Volt, cahaya lampu tidak begitu terang. read more

India #6: Mahakurawa

Judul: Mahakurawa | Parwa I: Cakra Manggilingan (502 hal) | Parwa II: Kaliyuga (651 hal) • Penulis: Anand Neelakantan • Penerbit: Javanica (2019)

Ada ratusan atau bahkan mungkin ribuan versi kisah Mahabharata, dan versi yang paling saya suka adalah Mahakurawa, kisah Mahabharata dari sudut pandang Kurawa. Saya meyakini, sejahat-jahatnya orang, ia masih memiliki sisi baik sebab hati nurani yang ada di setiap orang akan menuntunnya untuk berperilaku atau bersikap baik. Kurawa yang dalam kisah-kisah pewayangan Nusantara mendapatkan cap sebagai pihak yang hitam, dan Pandawa sebagai pihak yang putih. Sebaik-baiknya Pandawa, mereka juga memiliki sifat-sifat buruk.

Pandawa sengaja menggunakan panggilan “Dur” untuk sebagian sepupunya yang masuk klan Kurawa, seperti Suyudana menjadi Duryudana, Susasana menjadi Dursasana atau Susilawati menjadi Dursilawati. “Dur” berarti orang yang tak mampu mengendalikan kekuasaan atau kekuatan. Sabaliknya, Suyudana adalah seorang pangeran yang begitu jujur, pemberani, punya kemauan diri, dan sanggup memperjuangkan apa yang diyakininya. Ia juga tak pernah percaya kalau para Pandawa merupakan keturunan dewata. read more