Kula nuwun, Kanjeng Nabi

Sebelum kamu mengunjunginya, Mekkah akan selalu menantimu. Ketika kamu meninggalkannya, Mekkah akan selalu memanggilmu kembali.

Mas Suryat mendapati selembar brosur penawaran berangkat umrah terselip di pagar rumahnya ketika ia pulang kantor. Musim haji belum juga selesai, sebab ada beberapa kloter jamaah haji Indonesia yang belum semuanya pulang ke Tanah Air. Dan travel umrah mulai gencar mempromosikan aneka paket umrah.

Ia membaca sepintas brosur tersebut dan membawanya ke dalam rumah, lalu ia taruh di tumpukan surat-surat di samping meja tamu. Kapan-kapan akan dibacanya kembali. Kemudian ia sempat melupakan brosur tersebut.

***

Pada suatu malam, ia mendapatkan kabar kalau sahabatnya baru saja pulang dari ibadah haji. Esoknya, ia berkunjung ke sana untuk ngalap berkah haji baru. lanjutkan baca

Kucing teras

Sesekali Grey, Kitty dan Mike “keluar” rumah untuk bermain di sekitaran teras, garasi dan taman.  Mereka keluar saat pintu rumah terbuka, misalnya saat kami sedang kedatangan tamu. Mereka akan sedikit betah berada di luar, jika saat itu tidak ada kucing lain yang sedang bermain di rumah kami.

Arkian, kami mempunyai “kucing tamu” yang saban hari datang ke rumah dan berleha-leha di teras. Sebut saja Pak Coci, kucing berbulu coklat terang berhidung besar. Ia suka menyemprotkan air kencingnya ke suatu obyek untuk menandai wilayah kekuasaan. Ada juga Pak Abu, kucing gendut berwarna abu-abu yang suka tiduran di sudut teras. Kemudian ada bu Preti, yang galaknya minta ampun. lanjutkan baca

Pas tidak Legi

Kika pernah bercerita kalau ia pergi ke Pasar Kotagede. Ceritanya seru, karena ia seperti melihat pasar zaman dulu yang sesungguhnya: tukang obat menjajakan dagangannya dengan cara atraktif di sebelah tukang ramal nasib orang, para pedagang burung hias dikerumuni pecinta hewan berkicau itu di sisi barat pasar, serta pedagang barang yang unik lainnya.

Saya pun terprovokasi ingin mengunjungi pasar tradisional tertua yang dibangun di abad 16 tersebut.

Pas hari Minggu kunjungan ke Jogja, kami berempat nge-grab ke Pasar Kotagede. Sekira jam 9-an pasar kok sepi. Usut punya usut dengan bertanya kepada para pedagang di sana, pasar ini ramai kalau pas pasaran Legi. Kami datang ke sana hari Minggu Paing. Benar saja, ketika melihat tulisan di pintu masuk: Pasar Legi Kotagede. lanjutkan baca