Wahyu keraton ada di kelapa muda

Alkisah, tlatah Gunung Kidul yang masuk wilayah kekuasaan Kerajaan Demak Bintoro waktu itu sedang dilanda musim kemarau panjang empat belas bulan. Nun di salah satu desanya, hidup seorang lelaki pensiunan prajurit Kerajaan Majapahit menjelang keruntuhannya yang bernama Ki Ageng Giring. Nama Giring disematkan kepadanya karena ia tinggal di dusun Giring. Kegiatan utama Ki Ageng Giring saban harinya berkebun.

Suatu hari, sepulang dari kebunnya ia melewati kebun milik Ki Buntuluaji, sesepuh desa yang punya kewaskitaan tingkat tinggi. Ketika ia melewati sebuah pohon kelapa terdengar suara gaib, “Barangsiapa yang meminum air kelapa ini anak keturunannya akan menjadi raja-raja di tanah Jawa”. Ki Ageng Giring celingukan, mencari dari mana datangnya suara itu. Ia melihat pohon kelapa yang kondisinya sangat buruk, daun-daunnya kering, batangnya kecil namun di atas sana terdapat satu buah kelapa yang sangat ranum. read more

Asal mula nama Minangkabau

Setidaknya ada dua kerajaan yang nggak bisa ditaklukkan oleh Majapahit yakni Pajajaran dan Pagaruyung. Ya, Maha Patih Gajah Mada dengan Sumpah Hamukti Palapa-nya memang ingin membangkitkan kembali negeri Atlantis yang hilang. Penaklukan Kerajaan Pajajaran gagal, malah terjadi peristiwa yang sangat memilukan di lapangan Bubat, rombongan pengantin dari tanah Sunda itu habis dibantai prajurit Majapahit.

Lalu bagaimana dengan penaklukan Kerajaan Pagaruyung di tlatah Swarnadwipa alias Pulau Emas alias Sumatera itu? Gagal maning son (entah duluan yang mana, peristiwa Bubat dulu atawa datang ke Pagaruyung). Dari peristiwa di Kerajaan Pagaruyung inilah lahir sebuah legenda asal mula nama Minangkabau.

~oOo~ read more

Mendut-137

Lanjutan dari kisah Mendut terdahulu.

Sudah terbilang puluhan hari, Mendut tiada bersua dengan kekasih pujaan hati, Pranacitra. Rindu yang menyesakkan dadanya berasa ingin meledak dalam perjumpaan mereka nantinya. Sungguh, menunggu Pranacitra datang adalah pekerjaan yang sangat menyiksa perasaan. Hanya karena kekuatan cintanya belaka, ia sangat rela nekjika mesti menunggu beberapa hari lagi untuk berjumpa dengan Pranacitra.

Wahai Mendut, sebenarnya apa yang dirasa oleh Pranacitra tak jauh beda dengan isi hatimu.

bila kamu di dekatku hati rasa syahdu
satu hari tak bertemu hati rasa rindu

~oOo~

Di lapangan sebelah utara Puri Wirogunan, Mendut membuka lapak kretek Tjap Mendut-137. Loh bukannya ia akan dijadikan selir oleh Tumenggung Wiroguna? Kenapa malah jualan kretek?

Dengan keberaniannya Mendut menolak dijadikan selir sang Tumenggung. Tentu saja Wiroguna meradang. Semakin dipaksa, Mendut makin melawan. Akhirnya, Wiroguna takluk namun memaksa Mendut membayar upeti kepadanya untuk mengganti ongkos penjemputan Mendut dari Kadipaten Pati dan biaya hidup Mendut selama berminggu-minggu di Puri Wirogunan. Mendut menyanggupi membayar upeti dengan meminta ijin kepada Wiroguna berjualan kretek di lapangan sebelah utara Puri Wirogunan.

~oOo~

Pranacitra menimang-nimang dua helai kertas yang bertuliskan: “Hubungi aku di 19680509? yang ia temukan di bilik rumah Mendut. Di lembar kertas lainnya, Mendut menulis: “Hubungi aku di 90508691? yang ia dapatkan di keraton Adipati Pragola.

Oalah Mendut…. Mendut…. neng ngendi sliramu cah ayu…..

Suara Pranacitra melolong menembus sepi. Ia merasa Mendut dalam bahaya.