Dongeng dari Istana Bawah Tanah

Di tengah hutan, seorang penebang kayu berjalan sambil matanya melihat-lihat ketinggian pohon, memilah pohon mana yang akan ditebangnya. Kaki penebang kayu itu terantuk sebuah besi, dan membuatnya jatuh dan mengerang kesakitan karena kaki kirinya terjepit besi ini. Dia sibakkan daun-daun kering yang menutupi besi tersebut. Dia terkejut, dia menemukan kayu, mirip pintu ruang bawah tanah. Rupanya, kakinya tadi terantuk besi pegangan pintu.

Dia penasaran ingin membuka pintu bawah tanah tersebut, barangkali di bawah sana tersimpan harta karun, begitu pikirnya. Dia menghancurkan gembok pintu dengan kapaknya. Pelan-pelan dia buka pintu, ada tangga turun di sana. Dengan hati-hati dia mulai turun, ruangan semakin gelap. Tetapi tidak lama, dia segera menemukan cahaya yang terang benderang. read more

HM

“Pelangiku,” bisik Bumi, “tataplah aku”.
Tangan Bumi menyentuh lembut bahunya. Temaram cahaya di kamar itu cukup bagi mereka berdua untuk saling bertatapan dan entah siapa yang memulai, mereka membiarkan diri hanyut dalam pelukan. Pelangi merapatkan tubuhnya erat-erat seakan takut kehilangan sesuatu yang telah dia temukan. Bumi pun menyambutnya, melindunginya.

Kembali, mereka saling menatap, embusan angin yang dahsyat seakan memenuhi ruangan, menyapu semua ketakutan, keraguan dan kegelisahan. Penuh kerinduan, tangan mereka saling bersentuhan, mereka berciuman. Inikah angin atau apikah yang menelan mereka? read more

Flu Celeng

Warga hutan Alas Purwo panik, sebagian besar dari mereka tiba-tiba dijangkiti sakit panas berkepanjangan disertai dengan timbulnya bintik-bintik merah di sekujur tubuh dan air liur selalu keluar dari mulutnya. Untuk meredam gejolak warga hutan dan demi stabilitas nasional di wilayah kekuasaannya, Singa – si raja hutan segera memanggil para menterinya untuk rapat kabinet terbatas. Hasil rapat : mencari penyebab wabah tersebut.

Beberapa intelejen dikerahkan untuk mencari tahu ke pelosok hutan. Sepuluh hari sudah misi tersebut dijalankan dan gagal. Sementara itu, korban mati mulai berjatuhan. Tercatat ada lima puluh warga hutan yang terkapar berkalang tanah.

read more