Cinta Playboy Berakhir Tragis

Di masa kerajaan Pajang dulu, tersebutlah nama Raden Pabelan putra Tumenggung Mayang, salah satu menteri kepercayaan Sultan Pajang Hadiwijaya. Pabelan mempunyai wajah yang sangat tampan, konon di wilayah Pajang tidak ada yang mampu mengalahkan indahnya paras mukanya itu. Tetapi, sifat Pabelan tidak seelok wajahnya. Pabelan seorang playboy. Jari-jari tangan tidak akan cukup untuk menghitung sudah berapa wanita yang menjadi korban Pabelan. Baik yang masih perawan, janda atau bahkan yang masih menjadi istri orang.

Tumenggung Mayang tentu saja malu atas perilaku Pabelan dan selalu gelisah memikirkan kelakukan anak laki-laki satu-satunya itu. Kelakuan Pabelan mengancam kedudukannya sebagai tumenggung, karena dia telah mendapatkan peringatan keras dari Sultan Pajang agar menghentikan tingkah Pabelan yang buruk itu. Satu-satunya jalan, dia harus membunuh Pabelan, putranya sendiri. read more

Flu Celeng

Warga hutan Alas Purwo panik, sebagian besar dari mereka tiba-tiba dijangkiti sakit panas berkepanjangan disertai dengan timbulnya bintik-bintik merah di sekujur tubuh dan air liur selalu keluar dari mulutnya. Untuk meredam gejolak warga hutan dan demi stabilitas nasional di wilayah kekuasaannya, Singa – si raja hutan segera memanggil para menterinya untuk rapat kabinet terbatas. Hasil rapat : mencari penyebab wabah tersebut.

Beberapa intelejen dikerahkan untuk mencari tahu ke pelosok hutan. Sepuluh hari sudah misi tersebut dijalankan dan gagal. Sementara itu, korban mati mulai berjatuhan. Tercatat ada lima puluh warga hutan yang terkapar berkalang tanah.

read more

Bekicot Menantang Lari si Kancil

Tersebutlah satu cerita di habitat kehidupan pinggiran hutan. Komunitas siput sedang mengadakan pertemuan, dengan satu agenda ingin mengalahkan si Kancil dalam pertandingan “adu cepat sampai ke tempat tujuan”. Karena ini sesuatu yang mustahil maka mereka mengadakan pertemuan rahasia, untuk menyusun strategi. Kancil yang terkenal cerdik dan pandai itu sekali-sekali harus dipermalukan, karena kehebatan si Kancil tidak seperti yang diduga banyak kalangan perbinatangan. Target berikutnya, membuat Baginda yang menjadi junjungan mereka di habitat hutan tidak mempercayai si Kancil lagi. Hasil rapat memerintahkan si Bekicot sebagai duta untuk menantang si Kancil.

Tidak sulit bagi Bekicot menemui tempat kesukaan Kancil merumput setiap harinya. Begitu bertemu dengan Kancil, to the point dia utarakan maksudnya menantang Kancil adu lari. Tanpa berpikir panjang, si Kancil menerima tantangan itu. Disepakati bersama, adu lari diawali dari pohon waru di pinggiran sungai dan berakhir di bukit kecil dekat air terjun. Adu lari dimulai esok hari. read more