Book #2

Dongeng Romeo & Juliet di Tahun Monyet Api

Dalam rangka merayakan Imlek 2567 Kyai Google hari ini menampilkan doodle delapan monyet yang bergelantungan pada sebuah dahan pohon yang melambangkan tahun ini bershio monyet. Lopburi, Thailand pada suatu ketika. Ada dua kelompok besar kawanan monyet, yang satu bermarkas di sebuah kuil tua dan yang satunya di pasar kota. Masing-masing kawanan mempunyai bos besar yang bertugas mengorganisir kelompok monyet tersebut, termasuk melarang anggota kawanan untuk masuk ke wilayah teritori kawanan lain.

Book #2

23 tahun membangun simbol cinta abadi

Kekaisaran Mughal berduka. Permaisuri Arjumand Banu Begum mangkat setelah melahirkan anak ke-14 mereka. Kaisar Mughal Shah Jahan begitu sayang dan cinta kepada permaisuri yang berasal dari Persia itu. Arjumand yang juga dikenal dengan nama¬†Mumtaz ul Zamani meninggal dalam usia 39 tahun. Pada suatu malam, kira-kira setahun sebelum mangkatnya Arjumand, Shah Jahan mendatangi pembaringan permaisurinya. Kaisar yang kekayaannya tiada terkira itu sangat menyayangi Arjumand. “Dinda Mumtaz, mintalah sesuatu kepadaku dan aku akan mengabulkan permintaanmu itu.” “Kanda, saya ingin dibuatkan sebuah makam yang tak pernah disaksikan dunia sebelumnya untuk mengenangnya.”

Book #2

Batu Ratapan Angin

Pada zaman dahulu, di P. Jawa bagian tengah terdapat sebuah kerajaan kecil yang dipimpin oleh seorang raja muda bernama Pangeran Tejomantri. Ia mempunyai seorang permaisuri yang sangat disayanginya yakni Puteri Maruti. Perkawinan mereka sangat harmonis sehingga menjadi teladan rakyatnya. Arkian, di sebelah tenggara kerajaan, ada telaga yang airnya berwarna-warni, sangat memesona siapa pun yang memandangnya. Uniknya, telaga tersebut terletak di ketinggian pegunungan sehingga untuk mencapai ke sana harus dilakukan dengan berkuda. Pangeran Tejomantri dan Puteri Maruti senang sekali berkunjung ke sana.