Pak Sastro priayi jantan

Dari JOG Kika mengabari saya kalau mBah Kung – untuk menyebut Sapardi Djoko Damono – punya novel baru berjudul Suti. Saya pun segera berburu buku dimaksud di toko buku langganan. Buku setebal 192 halaman yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas (2015) ini, saya baca hanya dalam satu dudukan.

Siapa sih yang tidak tersihir oleh kalimat-kalimat ajaib milik mBah Kung? Novel ini dibagi menjadi tiga babak. Perhatikan kalimat pembuka novel ini:

“Mblok, dah dengar ada orang baru?”

“Udah. Yang namanya Den Sastro itu, kan? Yang katanya dulu tinggal di Ngadidayan itu, kan?”

“Kemarin lakiku dipanggil, disuruh bikin sumur. Kerja bapak itu di mana, sih?”

“Mana aku tahu?”

“Ganteng banget priayinya, edan tenan! Cakrak seperti Prabu Kresno hehehe.”

Penulis sekaliber mBah Kung tentu saja pandai membikin kalimat yang menarik yang membuat pembaca jatuh cinta pada bacaan pertama. lanjutkan baca

Indahnya sebuah pertemanan

Di sebuah perempatan tlatah Mlati Sleman seminggu yang lalu. Setelah aku mengantar tamu, aku kudu kembali ke bandara karena dua jam lagi pesawat dari Surabaya mendarat dan ada satu tamu yang sudah menghubungiku untuk diantar ke Klaten.

Mobil aku pacu dengan kecepatan kisaran 20 – 30 km per jam, sebab lalu lintas agak padat. Tiba-tiba dari arah kanan ada motor menyelonong dan menabrak mobilku dan mengenai pintu kanan. Brakkk! lanjutkan baca

2016

Tahun 2015 telah berlalu dan selamat datang 2016. Saya tak punya tradisi lepas sambut untuk mereka, bahkan tidak juga bersibuk dengan resolusi diri yang akan dikerjakan selama setahun ke depan.

Tidur sebelum jam 12 malam dan bangun tahu-tahu sudah waktu subuh di tahun yang baru.

Berbagai ramalan yang akan terjadi di tahun 2016 makin beredar kencang di akhir tahun, baik ramalan politik, ekonomi, sosial maupun pertahanan keamanan level regional dan internasional. Beberapa ramalan menimbulkan optimisme tapi tak sedikit ramalan yang bernada skeptis dan tidak percaya diri. lanjutkan baca