Cerita tentang mudik

Saya merantau untuk bekerja di Jakarta hampir tiga dasa warsa yang lalu. Setiap libur lebaran, saya selalu mudik ke Kota Kelahiran yang berjarak sekitar 600 km.  Ini kisah mudik yang tercatat di ingatan saya.

Pertama kali mudik saya masih bujangan. Naik bus dari Terminal Pulogadung. Saya mendapatkan tiket dari seorang calo, dengan harga selangit. Tidak apa-apa, demi ketemu keluarga di kampung halaman dengan membawa sedikit tabungan dari sisa-sisa gaji di awal bekerja.

Mudik kedua, saya sudah beristri dan tinggal di Karawang, 50 km arah timur Jakarta. Karena istri tengah hamil anak pertama, saya memilih mudik naik KA dari Jatinegara. Kondisi KA jaman dulu tentu berbeda dengan KA sekarang yang super nyaman. KA Senja Utama yang saya naiki penuh sesak, hingga nanti sampai Stasiun Solo Balapan. Mudik tahun-tahun berikutnya, saya membawa keluarga kecil saya naik “mobil profit”. read more

Naik bis bumel Solo-Yogya

Pada saat libur panjang Maulud Nabi kemarin saya punya 2 acara, salah satunya menengok ibu di Karanganyar dan acara selanjutnya di Yogya. Untuk menghindari kemacetan di jalan raya, saya menggunakan KA sebagai sarana transportasi.

Saya njujug ke Karanganyar dulu.

Karena KA Singasari (langsung dari Karawang ke Solo) belum beroperasi selama Pandemi Covid-19 ini, maka saya menyiasati dengan pindah KA. Pertama, saya naik KA Jayabaya turun di Cirebon, kemudian saya sambung naik KA Gajayana turun di Stasiun Solo Balapan. Sambil menunggu kedatangan KA Gajayana, saya masih sempat makan malam di Stasiun Cirebon.

***

Rencana awal saya, ke Yogya naik KA Prameks. Karena ndak dapat tiket, saya ke Terminal Tirtonadi Solo, naik bis saja. Baru saja saya sampai di pintu masuk terminal, sudah ditawari masuk bis bumel (kasta terendah di kelompok bis non-AC) “Suharno” jurusan Yogya yang sudah ngetem, siap berangkat. read more

Rapid

Karena alasan supaya anak-anaknya bisa kumpul, peringatan 100 hari meninggalnya bapak dilaksanakan malam minggu. Tadi malam. Saya berangkat naik bus dari Karawang Jumat malam, sampai di Terminal Tirtonadi esok hari menjelang subuh.

Saya sudah punya tiket rencana kepulangan ke Karawang pada Minggu sore. Nantinya berangkat dari Terminal Tirtonadi.

Kira-kira 3 mingguan ini, sebagai admin WA Group saya sudah me-remove 3 teman dengan alasan ketiganya meninggal dunia karena sakit yang kurang dari seminggu dirawat di RS. Teman-1 merupakan kolega bisnis, teman-2, teman sekolah saat di SD-SMP-SMA dan teman-3 merupakan rekan kerja satu kantor,  yang dimakamkan kemarin siang – saya sudah berada di Karanganyar.

Ketika saya memonitor prosesi pemakaman teman saya tersebut, masuk pesan via WA dari sahabat saya yang menginformasikan kalau istrinya sedang kritis di RS. Ia meminta doa supaya dimudahkan kepergian menghadap-Nya. Memang pada bulan kemarin ia memberitahu saya kalau dokter sudah memberikan ancer-ancer berapa lama lagi istrinya bertahan hidup akibat kanker yang sudah menyebar ke seluruh tubuhnya. read more