Tanda tangan

Siapa sih orang yang punya ide pertama kali membubuhkan tanda tangan di kertas sebagai pengganti tjap djempol? Brilian betul orang tersebut. Hingga sekarang, tanda tangan menjadi penanda sah tidaknya sebuah dokumen.

Saya masih ingat, saya mulai belajar bikin tanda tangan secara serius menjelang kelulusan SD. Kenapa begitu? Karena tanda tangan itu akan dibubuhkan di ijazah SD, disematkan di atas pasfoto. Berlembar-lembar kertas saya habiskan untuk membikin tanda tangan yang sesuai dengan keinginan hati. Corat-coret berulang kali supaya tanda tangan saya masih bisa dieja sebagai nama saya.

Setelah mantap dengan bentuk dan model tanda tangan, giliran memperlancar gerakan tangan agar saat membubuhkan tanda tangan di ijazah nanti tidak salah. Tanda tangan tersebut akan dibawa hingga dewasa. Demikian pak guru kelas 6 memberikan peringatan kepada saya dan teman-teman sekelas.

Maka tak heran, tanda tangan saya sejak SD hingga lulus kuliah masih sama.

Pada saat kuliah, saya sempat kerepotan dengan tanda tangan saya yang model dan bentuknya relatif rumit itu. Terutama pada saat mengisi daftar hadir kuliah. Kolom absen yang sempit terasa penuh oleh tanda tangan saya.

Lulus kuliah langsung berburu pekerjaan. Puluhan lamaran kerja saya kirim ke instansi pemerintah maupun swasta. Tak ada satu pun yang ditindaklanjuti dengan panggilan wawancara.

Antara percaya dan tidak, seorang kawan bilang ke saya: tanda tangan dapat menentukan nasib seseorang. Kalau nasib kurang bagus, ganti saja tanda tanganmu!

Saya mulai ‘belajar’ bikin tanda tangan baru. Lebih simpel. Bahkan sangat simpel dan akan terbaca sebagai ‘guskar’. Betul saja, baru satu lamaran menggunakan tanda tangan baru, saya mendapatkan panggilan wawancara. Sejak saat itu, saya menggunakan tanda tangan yang simpel itu.

Kemudian saya pindah tempat kerja. Tentu saja masih dengan tanda tangan yang simpel itu. Kok ndilalah, saya mendapatkan bos yang peduli dengan tanda tangan saya. Ia memberi masukan seperti ini: ubahlah sedikit tanda tanganmu, coretan di akhir tanda tangan jangan menurun, tapi ubahlah menuju ke atas. Biar kariermu juga terus menuju ke atas!

Maka, saya mengubah tanda tangan sesuai sarannya. Tanda tangan saya akan terbaca sebagai ‘gus’ plus garis yang menuju ke atas, yang saya gunakan sampai sekarang.

***

Tadi pagi saya mendapatakan masalah mengenai tanda tangan saya di sebuah bank ketika mengganti kartu ATM saya yang rusak. Pada saat verifikasi tanda tangan, kok ndak sesuai dengan tanda tangan saya di bank tersebut belasan tahun lalu. Beberapa kali tanda tangan, ndak sama. Data yang lain seperti nama ibu kandung, tempat/tanggal lahir, alamat, dan nomor telepon telah terverifikasi. Hanya tanda tangan yang berbeda.

Akhirnya staf CS bank tersebut menunjukkan specimen tanda tangan saya yang terbaca sebagai ‘guskar’, kemudian dengan pelan-pelan saya tanda tangan lagi sesuai specimen yang ada.

Alhamdulilah, saya pun mendapatkan kartu ATM yang baru.

(Visited 1 times, 1 visits today)