Pecel Lele Lamongan

Ketika malam tidak ada nasi dan lauk, pecel lele akan menjadi andalan menu makan malam saya. Di sekitar perumahan saya ada beberapa warung pecel lele asli Lamongan. Saya datangi warung langganan. Saya nikmati pecel lele dengan nasi uduk. Karena warung agak sepi saya bisa bebas ngobrol dengan yang jualan.

“Kalau dagangan nggak habis dimakan sendiri dong, apa ora mblenger sampeyan mas?” Saya membuka percakapan. Saya menduga saja, hari sudah malam tetapi dagangannya masih banyak.

“Ya nggak lah Cak. Wis ditaker. Paling siji-loro sing sisa,” jawabnya.

Lha kalau yang sisa itu lelenya nggak apa-apa toh, wong lelenya masih hidup gitu. Beda kalau yang sisa itu ayam atau bebek, kan barang mateng to?” kata saya sambil nyolek sambel tomat. “Eh, tapi ngomong-ngomong apa bener orang Lamongan nggak boleh makan lele?”

“Loh.. sampeyan kok ngerti Cak?” katanya heran.

Haiya.. weruh toh ya.. tapi nggak paham piye asal-usulnya,” tukas saya.

Dan ia pun bercerita asal-asul kenapa orang Lamongan pantang makan lele. Alkisah, Sunan Giri ingin beranjangsana ke rumah seorang warga di lain desa. Agar penampilannya tidak menakutkan tamunya, Sunan Giri meninggalkan semua pusaka di rumahnya. Tetapi, ketika kembali ke rumahnya dan berniat menggunakan kembali pusakanya, betapa kagetnya Sunan Giri karena pusaka tersebut telah hilang.

Sunan Giri memanggil Ronggo Hadi, penguasa Lamongan waktu itu, untuk melacak keberadaan pusakanya.  Dalam perjalanan mencari pusaka yang hilang itu, Ronggo Hadi ditemani oleh seorang sakti yang bernama Boyopati. Dan benar saja, tanpa mengalami kesulitan Boyopati bisa melacak keberadaan pusaka Sunan Giri.

Ketika Boyopati telah mendapatkan pusaka itu dan berniat mengembalikan kepada Sunan Giri, di tengah jalan ia dihadang oleh Joko Luwuk yang berniat memiliki pusaka Sunan Giri. Joko Luwuk tidak sendiri, tetapi didampingi oleh gerombolannya.

Terjadi perkelahian yang hebat. Boyopati terdesak, maka ia pun menyelamatkan diri dengan menyeburkan ke sungai. Ketika sampai di dasar sungai, tiba-tiba muncul ribuan ikan lele yang mengerumuni Boyopati. Ia pasrah saja, jika para lele itu akan memakannya.

Ajaibnya, ribuan lele itu justru melindungi dan menyelamatkan Boyopati dari serangan Joko Luwuk. Karena ia telah ditolong oleh para lele tersebut, maka Boyopati bersumpah sampai kapan pun, ia dan anak keturunannya tidak akan makan ikan lele.

“Lele goreng enak tenan loh mas… mau nyobain?” goda saya.

Ora..ora… matur nuwun,” jawab yang punya warung.

“Meskipun sampeyan nggak bisa makan lele, tapi sampeyan tega mbeteti lelenya. Dan itu mendatangkan rejeki buat sampeyan he..he…,”  kata saya.

(Visited 1 times, 1 visits today)