O, menikahlah denganku

Diam-diam terjadi jalinan kisah asmara antara┬áSiti Sundari dengan Abimanyu. Sejak Pandawa dalam masa pembuangan 13 tahun, Arjuna menitipkan Abimanyu – buah perkawinannya dengan Supraba – dalam pengasuhan Kresna. Hubungan kekerabatan antara Abimanyu dan Siti Sundari masih tergolong sepupuan, sebab Kresna merupakan pakdenya Abimanyu.

Karena mereka saling bertemu saban harinya, cinta mereka bersemi dan tumbuh dengan suburnya. Tentu saja, Kresna mengetahui hubungan tersebut dan ia sangat menyetujui jika ia kelak berbesanan dengan Arjuna.

“Aku akan melamarmu, dik!” ujar Abimanyu pada suatu senja.

***

Sementara itu di Hastinapura, Lesmana Madrakumara sedang merayu ayahnya untuk melamarkan seorang gadis untuk dijadikan istri. Luka hati Lesmana belum sembuh betul ketika minggu lalu cintanya ditolak mentah-mentah oleh Pergiwa, gadis hitam manis yang lebih memilih Gatotkaca menjadi jodohnya.

Sebagai seorang ayah yang sangat menyayangi putranya, Duryodana tak kuasa menolak permintaan Lesmana.

“Gadis mana yang mesti ayah lamar?” tanya Duryodana.

“Siti Sundari putrinya Prabu Kresna,” jawab Lesmana mantap.

Tak perlu menunggu lama, Duryodana segera mempersiapkan rencana lamaran ke Kerajaan Dwarawati. Atas usulan Sengkuni, delegasi lamaran dipimpin oleh Baladewa yang nota bene kakak kandung Kresna. Strategi jitu ini dilakukan dengan maksud agar Lesmana dapat dijadikan menantu Kresna.

***

Prabu Kresna pusing tujuh keliling. Anak gadisnya diperebutkan oleh dua pemuda yang sama-sama dikenalnya: Abimanyu dan Lesmana Mandrakumara. Mereka melakukan lamaran pada hari dan jam yang sama.

Jika rombongan dari Hastinapura dipimpin oleh Prabu Baladewa, rombongan pelamar dari pihak Abimanyu dipimpin oleh Gatotkaca, anak dari Bima.

Belum pernah Kresna sebingung ini dalam menghadapi persoalan. Tetapi ia mesti mengambil sikap yang dirasakan adil bagi semua pihak. Apa betul begitu? Biarkan waktu yang akan menjawabnya.

Karena rasa pakewuhnya yang tinggi kepada kakaknya, Kresna menerima lamaran Baladewa. Ia terlalu tergesa tanpa minta persetujuan Siti Sundari. Sebuah keputusan yang salah. Tokoh sekaliber Kresna bisa segegabah itu mengambil sebuah keputusan penting untuk masa depan putrinya.

Lesmana Mandrakumara jingkrak-jingkrak senang alang kepalang, sementara Abimanyu murung semurung-murungnya. Siti Sundari yang mendengar keputusan ayahnya langsung masuk kamar sembari membanting pintu keras-keras, kemudian tertelungkup menumpahkan air mata sebanyak yang ia punya.

Gatotkaca gusar bukan main. Darahnya mendidih dan cepat sekali mengalir ke otaknya.

Gatotkaca mengamuk. Ia cengkeram leher Lesmana, kemudian dilemparkannya keluar istana. Duryodana tidak terima anaknya diperlakukan demikian, bermaksud melabrak Gatotkaca.

Ksatria Pringgondani yang terkenal dengan berotot kawat dan bertulang besi itu siap menerima tendangan Duryodana. Sial betul nasibnya, Duryodana terjungkal dan tak bangun lagi. Melihat itu semua, Baladewa marah dan tersinggung.

Kini berhadapan dua pimpinan delegasi lamaran yang masing-masing siap pada posisi kuda-kuda. Terjadilah perang tanding.

Tanpa disadari oleh siapa pun, Abimanyu menyusup ke arah keputren. Ia menjemput Siti Sundari untuk mengajaknya kawin lari.