La Tahzan for Legislator

Beberapa wacana dan rencana kalian telah menimbulkan gejolak seantero negeri. Dana aspirasi, rumah aspirasi hingga pembangunan gedung senilai 1.6 T, sungguh telah melukai hati rakyat yang kalian wakili. Sudahlah, kawan. Kini saatnya kalian bekerja sebaik-baiknya untuk kejayaan nusantara. Bekerja dengan keras, cerdas, dan ikhlas.

Merenunglah dan bersyukurlah. Saya tahu, kalian ingin mengembalikan modal kampanye dengan cara instan. Anggap saja uang yang telah kalian keluarkan untuk kampanye memperkenalkan diri kalian – yang sebelumnya tidak populer di mata masyarakat, sebagai bentuk sadaqah kepada para buruh percetakan, pedagang asongan, tukang becak, atau tukang jahit. Bersyukurlah karena tangan kalian berada di atas tangan mereka. Paling tidak, dulu itu kalian telah belajar melatih kepekaan pendengaran terhadap jeritan orang lain yang meratapi kehidupannya, karena sesungguhnya kalian telah terhindar dari ketulian. Kalian juga telah belajar melatih ketajaman penglihatan, karena sesungguhnya kalian telah selamat dari kebutaan.

Yang lalu biarlah berlalu. Jangan lagi membuka kembali ingatan di hari kemarin dan berinteraksi dengannya untuk menghadirkan kembali ingatan itu serta menangisi tragedi yang menimpa kalian seperti telah dibohongi orang yang mengaku sebagai pendukung setia kalian, serta tiba-tiba banyak orang yang datang ingin menjadi tim sukses kalian, padahal yang mereka inginkan hanyalah uang kalian. Jangan mengenangnya lagi, karena hal itu merupakan tindakan yang bodoh, sama saja memupuskan harapan kalian. Biarkan arsip masa lalu tersimpan rapi di balik otak kalian, jangan dibuka lagi.

Hari ini milik kalian. Sudahlah, pasrahkan saja apa yang telah terjadi sebelumnya. Sekarang, kerjakanlah apa yang akan dikerjakan, mumpung hari masih pagi. Jangan menunggu petang. Hanya hari ini saja kesempatan kalian untuk hidup, bukan kemarin yang telah pergi dengan membawa kebaikan dan keburukannya, dan bukan pula hari esok yang belum tentu memberikan kebahagiaan dan keberuntungan bagi kehidupan kalian.

Masa depan kalian akan datang dengan sendirinya. Apakah kalian akan memetik buah sebelum masa kematangannya? Biarkan hari esok datang dengan sendirinya. Janganlah kalian tanyakan tentang berita baik dan buruknya kepada paranormal. Berapa banyak orang yang setiap hari menangis karena memikirkan hari esok mereka akan kelaparan, minggu depan akan sakit, jauh rejeki, atau memikirkan tahun 2014 ingin jadi presiden. Jangan menghabiskan waktu untuk menunggu kedatangan hari esok, karena kalian sendiri mempunyai kesibukan dengan urusan hari ini, yang harus kalian kerjakan dan selesaikan.

Isilah kekosongan dengan kegiatan. Dari pada membuat wacana yang akibatnya menguras energi bangsa, dan mumpung belum terlambat, bangkitlah mulai sekarang untuk melakukan kegiatan seperti memberi hal yang berguna bagi orang lain, membaca blog ini atau blog teman-teman saya untuk mendapatkan inspirasi dan pencerahan.

(Visited 1 times, 1 visits today)