Konspirasi Titi dan Grey

Di rumah ada akuarium kecil. Akhir-akhir ini, ikan-ikan di dalam akuarium menarik perhatian Titi dan Grey. Bukan untuk dimakan, tetapi mereka penasaran dengan ikan-ikan yang berenang di dalamnya. Awalnya, mereka hanya menyaksikan perilaku para ikan dari bawah. Ya, seperti orang nonton televisi.

Jika ikan sedang diberi makan, Titi akan mendekati akuarium sedekat-dekatnya. Seolah-olah ia klaim kalau ikan-ikan tersebut peliharaannya. Ia dekatkan wajahnya di kaca akuarium, sedangkan kaki depannya mencoba meraih ikan yang sedang berenang di dekatnya.

Kalau sudah begitu, Grey ndak mau kalah. Ia segera melompat ke atas akuarium yang hanya ditutup dengan selembar styrofoam, dan tentu saja tidak mampu menahan berat badannya.

Entah sejak kapan, Grey punya hobi mengerat ujung styrofoam tersebut. Akibatnya, styrofoam tersebut kroak dan remah-remah styrofoam mengotori lantai dan air di dalam akuarium.

Pada suatu hari, ketika rumah dalam keadaan kosong Titi dan Grey berkonspirasi mengacak-acak akuarium. Styrofoam yang telah berlubang cukup besar memudahkan mereka meraih apapun yang ada di dalam akuarium. Saringan air diambilnya lalu dijatuhkan ke lantai.

***

Hari Sabtu kemarin saya gunakan waktu untuk membersihkan akuarium: general cleaning!┬áPertama kali yang saya lakukan adalah memindahkan ikan-ikan ke dalam ember. Titi dan Grey yang biasanya tidur di pagi hari, kali ini mereka terbangun dan bermaksud ‘membantu’ saya membersihkan akuarium.

Ikan yang saya pindahkan ke ember, ‘dijaga’ oleh Titi yang sebentar-sebentar melongok ke dalam ember. Sementara itu Grey sibuk di sekitar akuarium yang saya bersihkan. Untuk pengurasan dan pembilasan akuarium saya mempergunakan selang yang saya sambungkan ke kran kamar mandi.

Pembilasan saya sambi dengan membersihkan saringan air di kamar mandi. Atas keisengan Grey dan Titi, selang yang menyalurkan air ke dalam akuarium diraihnya dan tentu saja, ujung selang keluar dari akuarium dan akibatnya air menyemprot ke arah kipas angin, meja TV, dan membasahi lantai.

Grey sendiri sebagian badannya kena air juga, Titi lebih gesit menghindari. Saya mengomeli mereka berdua. Tak ada rasa bersalah di wajah mereka, malah membuat saya terhibur oleh tingkah keduanya.

Pembersihan total akuarium selesai sudah. Saya tak menggunakan lagi styrofoam. Penutup akuarium saya ganti dengan selembar kaca.

Apa reaksi kedua kucing, terutama Titi? Kaca tersebut menjadi tempat yang pewe untuk leyeh-leyeh. Hmm…