Hanya cerita hantu

Mulai Februari 2016, warga RT tempat saya tinggal melaksanakan ronda malam setiap malam minggu. Jumlah satu kelompok ronda kisaran 8 atau 9 orang. Tujuan utama kegiatan ronda selain untuk menjaga keamanan lingkungan, juga untuk menjalin silaturahim antar tetangga. Ronda dimulai jam 10 malam dan berakhir sesuai kesepatan kelompok.

Sebagai warga yang relatif baru tinggal di lingkungan perumahan, pada ronda malam minggu kemarin saya lebih banyak menjadi pendengar setia saja apalagi topik pembicaraan berkisar cerita hantu yang ada di lingkungan perumahan. Banyak hal baru yang baru saya ketahui.

(1)

Di ujung kompleks perumahan dibatasi oleh aliran sungai yang tak begitu besar. Di sekitarnya masih banyak rumput dan alang-alang liar yang tumbuh di kavling-kavling kosong. Konon, di lokasi tersebut dihuni dua ular besar. Satu ular betulan dan satunya ular siluman. Hanya orang-orang tertentu yang bisa membedakan kedua ular tersebut. Hmm…

(2)

Tak jauh dari lokasi bersemayamnya ular siluman, terdapat bunderan jalan simpang enam. Dulu sekali memang menjadi tempat yang menyeramkan karena tidak ada lampu penerangan jalan. Lagi pula kiri-kanan jalan berupa semak-semak. Konon, di bunderan tersebut merupakan pasarnya para makhluk astral. Grr…

(3)

Kompleks RT saya mempunyai fasum berupa hamparan tanah yang di atasnya berdiri pos ronda RT, arena bermain anak dan taman-taman sederhana yang terdiri dari aneka pepohonan. Di tempat ini juga lumayan dihuni makhluk tidak kasat mata. Konon, ada hantu yang suka main ayunan anak. Ia sering usil menggoda anak-anak balita, bahkan kadang nempel di tubuh anak tersebut. Di pohon beringin ada mbak kunti yang suka bergelantungan. Pff…

(4)

Di kompleks perumahan ada satu lajur jalan yang jarang sekali dilalui oleh warga. Jika malam-malam terpaksa melewati jalan tersebut, dan berpapasan dengan nenek-nenek yang menyeret selendang yang ujungnya dibundeli, janganlah menyapanya. Lebih baik jalan terus, jangan menengoknya. Konon, nenek-nenek yang wajahnya mirip Mak Lampir tersebut akan marah jika kita menyapanya. Ia akan memukulkan selendangnya itu ke tubuh kita. Bzz…

“Pak, bangun, pak. Sudah subuh nih!”

Saya pun terbangun dan bergegas meninggalkan pos ronda.