Nasi berkat

Semalam, setelah menyelesaikan shalat maghrib berjamaah, imam mesjid perumahan membalikkan badan dan memberikan sebuah pengumuman: setelah selesai shalat, para jamaah diundang oleh Bapak S untuk hadir tahlilan di rumahnya. Kami pun ramai-ramai menuju rumah Pak S.

Sudah menjadi adat kebiasaan di lingkungan perumahan saya, bagi sohibul hajat akan menyediakan snack yang disajikan setelah selesai ritual tahlilan yang dinikmati di tempat, lalu ketika pulang nanti para jamaah dibekali nasi berkat. Seorang mendapatkan satu tas kresek, meskipun yang hadir saat itu bapak dan anaknya, masing-masing membawa pulang nasi berkat.

Lucunya, sisa snack yang masih tersaji di atas piring akan sekalian diangkut dimasukkan ke dalam kresek (kalau kebetulan disajikan rokok di dalam gelas, rokok-rokok itu pun akan ikut diambil). Sohibul hajat puas karena semua konsumsi yang disajikan menjadi tandas. Tradisi ini baru saya temui di Karawang!

~oOo~

Nasi berkat sudah menjadi tradisi masyarakat Nusantara sejak zaman dulu, dan masih lestari hingga kini. Jika dibandingkan dengan masa kecil dulu, nasi berkat mengalami perkembangan baik dalam penyajian maupun kemasannya. Bapak kalau pulang dari acara slametan akan membawa nasi berkat berupa nasi gurih (uduk) bertabur kedelai hitam dengan sepotong daging ayam (dimasak utuh/ingkung) plus pisang raja yang ditaruh di encek (semacam nampan dari anyaman bambu) yang di atasnya telah dilapisi dengan daun pisang. Dalam perkembangannya, encek tidak dipakai lagi diganti dengan besek. Era besek pun berlalu, diganti dengan kardus dan beberapa model bakul nasi yang terbuat dari plastik.

Encek dan besek sangat ramah lingkungan. Di beberapa daerah masih mempertahankan nasi besekan ini.

Nasi berkat nggak melulu nasi gurih lagi, namun menunya makin bervariasi, lengkap dengan buah dan snacknya. Sohibul hajat pun nggak repot-repot memasak, tinggal pesan ke rumah makan atawa pengelola katering, nasi berkat tinggal dibagi/diantar. Praktis.

Nasi berkat menjadi semacam simbol ikatan silaturahim yang mampu menembus sekat-sekat SARA.