Ketemu Bung Karno di JCC

Tadi siang saya mengunjungi IIICE 2014 (Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition) yang bertempat di Jakarta Convention Center. Sebagai praktisi yang bergerak di bidang kawasan industri, bagi saya IIICE 2014 menjadi hal yang sangat penting untuk diikuti. Saya tak hendak menceritakan IIICE 2014 tersebut, Anda bisa membacanya di beberapa media online untuk mengetahui lebih detil tentangnya.

Pada saat saya mengitari lokasi pameran, mata saya menumbuk pada sebuah booth yang didominasi warna merah dengan tulisan Soekarno cukup besar. Saya pun mendekat dan mengamati koleksi yang dipamerkan: buku-buku tentang Bung Karno. Beberapa di antaranya sudah tersimpan di perpustakaan rumah saya. Aha! Saya menemukan sebuah buku yang selama puluhan tahun saya cari-cari: Bung Karno, Bapakku-Kawanku-Guruku (BKBKG) karya Guntur Soekarno.

Di sana cuma ada 3 (tiga) biji buku BKBKG! Buru-buru saya ambil satu dan membayarnya, takut kehabisan. Harga mahal tak jadi soal, sebab perburuan BKBKG usai sudah.

***

Kalau tidak salah waktu itu saya kelas 5 atau 6 SD (tahun 1979/1980), bapak saya membawa sebuah buku tentang Bung Karno. Bukan buku baru, tapi buku bekas. Saya tak ingat dari mana bapak mendapatkan buku tersebut. Buku itu berjudul Bung Karno, Bapakku-Kawanku-Guruku karya Guntur Soekarno. Saat itu saya langsung melahap buku tersebut, termasuk juga adik-adik saya.

Buku yang ringan interesan dan lucu tentang Bung Karno yang diceritakan secara jenaka oleh Guntur Soekarno, putera sulung Bung Karno pada tahun 1977. Saya mengulang membaca buku tersebut sampai tiga kali, sehingga (waktu itu) hapal betul dengan isinya, bahkan beberapa bagian lucu masih saya ingat sampai sekarang seperti Pak Gatot Subroto mengajak Guntur pipis di balik ban pesawat di sebuah bandara saat kunjungan KTT Non Blok atau sepatu Bung Karno yang dilubangi di ujung jempol karena kaki Bung Karno sedang sakit.

Lalu, buku BKBKG hilang entah ke mana. Maka ketika saya bersempatan mengumpulkan buku-buku tentang Bung Karno, saya mulai memburu keberadaan BKBKG siapa tahu dicetak ulang. Saya tak mendapatkannya. Pada tahun 2012 buku ini dicetak ulang, sayangnya saya kepancal sepur, tidak mendapatkan buku tersebut.

Hari ini saya menemukannnya di JCC. Alhamdulillah.