Keinginan terpendam

Saya memiliki sebuah keinginan terpendam, yang dengan keberanian saya yang memang cuma seujung kuku ini, saya seringkali mencoba melupakannya, menghindarinya, bahkan menghilangkannya.
~by Orin~

“Semalam, ketika aku sedang bermimpi indah, aku ingin membuka mata tetapi dengan keinginan besar bahwa mimpi indah itu masih bisa aku nikmati. Singkatnya, aku ingin merealisasikan mimpi indahku itu. Tetapi buyar,” kata Isaku kepada seorang kawan yang hobinya mendengar curhat teman-temannya.

“Memangnya kamu mimpi apa?” tanya kawannya itu, sambil menopang dagu dengan tangan kanannya.

“Jadi bintang filem!” jawab Isaku.

“Hhm.. jadi bintang filem itu tidak mudah. Lihatlah, bintang filem Cina Hongkong misalnya. Selain akting, ia harus bisa bermain silat. Bintang filem Hollywood harus bisa naik kuda. Lain lagi bintang filem India. Selain pandai akting, ia harus bisa menari meliuk-liukkan tubuh dari satu pohon ke pohon yang lain,” kata kawannya lagi.

“Loh.. aku kan bintang filem Indonesia!” tukas Isaku.

“Apalagi bintang filem Indonesia, lebih susah. Meskipun tidak harus pintar akting, yang penting bisa berperan sebagai jadi kuntilanak atawa pocong yang suka keramas he..he..!” jawab kawannya sambil terkekeh.  “Tapi namanya manusia, ia diberi suatu ambisi atawa apapun namanya dan itu satu paket dengan ketidakpuasan diri,” lanjutnya.

“Bukankah ambisi itu pada dasarnya mempunyai arti kekuatan atas suatu keinginan?” tanya Isaku.

NB: Dialog ini belum kelar… maklum dibuat di suatu keramaian suasana hingar-bingar

(Visited 1 times, 1 visits today)