Sluman-slumun-slamet di Tol Cipularang

Jika bukan karena Saiful Jamil yang kecelakaan di Tol Cipularang KM 97, barangkali beritanya tidak seheboh kemarin. Pedangdut itu mengalami kecelakaan yang mengakibatkan istrinya meninggal.

Kecelakaan di jalan tol hampir setiap hari terjadi. Berbagai macam faktor bisa menjadi penyebabnya, seperti kondisi kendaraan, kondisi drivernya atawa kondisi jalan tol-nya. Kasus Saiful Jamil kemarin, faktor-faktor tadi dituduh sebagai biangnya atawa si kambing hitam. Ada yang bilang, kondisi kendaraan itu tak laik jalan ditambah dengan jumlah penumpang yang melebihi kapasitas. Maklum kendaraan rental, jadinya ya alome – satu lobang rame-rame. Sementara ada yang menduga kalau Mas Ipul dalam kondisi mengantuk saat mengemudi sehingga kurang prigel mengendalikan stir. Lalu pendapat lain menyalahkan Jasa Marga, perusahaan yang punya tol. Konon, di ruas di mana Mas Ipul celaka sering terjadi kecelakaan, baik kecelakaan tunggal atawa berjamaah disebabkan struktur jalan yang buruk. Sementara para klenikers – mereka yang suka ilmu klenik, menghubung-hubungkan dengan penampakan hantu atawa apalah namanya.

Kabar-kabur yang terdengar kalau di lokasi terjadinya kecelakaan yang dialami Mas Ipul masuk wilayah daerah pemujaan ilmu hitam. KM 90-an, dari arah Bandung ke Jakarta di sebelah kiri itu terdapat Gunung Hijau tempat pemujaan, sedangkan sebelah kanan jalan adalah tempat kuncen. Gunung Hijau tersebut merupakan tempat orang-orang memuja makhluk halus. Mereka memuja makhluk gaib agar cepat kaya, usaha lancar, dan dapat jodoh.

Sungguh, kejadian kecelakaan yang dialami oleh Mas Ipul kemarin menyita perhatian para petinggi negeri yang bertanggung jawab atas perhubungan darat. Selanjutnya, terus ngapain? Apa dengan berdebat permasalahan akan selesai?

Setidaknya, Jasa Marga telah melakukan perbaikan pelayanan. Kemarin, saat saya melewati Gerbang Tol Cikarang Utama ada beberapa petugas Jasa Marga yang berdiri di pintu gerbang pengambilan kartu yang membagikan leaflet mengenai Panduan Keselamatan Berkendara di Jalan Tol Cipularang KM 90 s/d KM 100. Berikut saya kutipkan isi dari selebaran tersebut:

KONDISI KENDARAAN

  • Sebelum melakukan perjalanan, pastikan kendaraan dan ban berada dalam kondisi laik
  • Patuhi ketentuan batas maksimal penumpang dan barang

BATASI KECEPATAN KENDARAAN

  • Kecepatan maksimum berkendara di jalan tol adalah 80 km/jam
  • Ketika melewati turunan panjang, pertahankan kecematan maksimum pada 80 km/jam
  • Gunakan persneling/gigi kecil untuk membantu rem kendaraan
  • Dihimbau untuk tidak menetralkan persneling/gigi pada saat turunan karena berbahaya
  • Selalu jaga jarak aman dengan kendaraan di depan Anda

GUNAKAN LAJUR DENGAN BENAR

  • Tetap berada di lajur kiri selama berkendara
  • Lajur kanan hanya untuk mendahului
  • Hindari mendahului dari kiri
  • Perhatikan rambu-rambu lalu lintas

ISTIRAHAT

  • Jangan memaksakan diri untuk mengemudi dalam keadaan lelah/mengantuk
  • Gunakan tempat istirahat jika Anda lelah/mengantuk

Semoga bermanfaat.