Seng Man dan Iron Man

Orang yang pertama kali memperkenalkan sebuah benda yang bernama seng itu adalah Bapak saya ketika ia menggunting dan melipatnya menjadi sebuah bentuk talang air. Seng juga digunakan oleh Bapak untuk melapis pintu kamar mandi untuk menahan tampias air langsung mengenai badan pintu yang terbuat dari kayu, sehingga pintu kamar mandi relatif lebih awet karena perlindungan selembar seng itu.

Bapak hobi betul mengumpulkan seng-seng bekas yang sebagian sudah berkarat. Lembaran seng-seng tersebut dimanfaatkan untuk membuat genteng dapur kami yang masih menggunakan tungku kayu bakar. Hebatnya, Bapak saya bisa membelah drum bekas aspal dengan alat yang sederhana lalu ia bikin menjadi lembaran. Entah, apakah drum bekas tersebut juga berbahan baku seng namun kami menyebutnya sebagai seng dari drum aspal.

Seng atap dapur lama-lama karatan dan berlubang di sana-sini. Kemudian Bapak membeli seng baru – dan hal itu membuat saya mengenal untuk pertama kalinya seng gelombang – dan memasangnya sebagai atap dapur. Seng gelombang juga mulai digunakan Bapak untuk atap kandang ayam dan gudang di sudut halaman rumah. Iseng-iseng kami menyebut Bapak sebagai tukang seng.

Kehebatan Bapak yang lain adalah ketika ia berperan sebagai tukang besi. Lagi-lagi, ia mencoba menularkan kemampuannya tersebut kepada keempat anak lelakinya.

Suatu ketika, kami akan membuat kamar mandi baru. Dari toko material Bapak membeli besi untuk tulangan beton. Ia kemudian memotong besi sama panjang. Di kedua ujung besi ia bengkokkan, lalu ia mengajari kami merangkai menjadi sebuah besi tulangan. Di situ kami mengenal apa itu kawat bendrat yang fungsinya untuk mengikat batang besi tulangan sehingga membentuk suatu rangkaian rangka elemen struktur yang siap dicor.

Ada satu besi yang masih disimpan Bapak hingga kini, yakni besi potongan rel kereta api kira-kira sepanjang dua puluh senti. Entah dari mana ia mendapatkan potongan besi tersebut. Fungsi utama potongan rel itu untuk bantalan, misalnya ketika Bapak meluruskan paku yang bengkok. Apakah Bapak saya juga bisa disebut sebagai tukang besi?

Meskipun telah lama bergelut dengan seng atawa besi, Bapak saya tak mengenal siapa itu Seng Man apalagi Iron Man. Kalau Superman, mungkin pernah mendengarnya.

(Visited 1 times, 1 visits today)