Sembilan

Katanya angka sembilan sebagai lambang kesempurnaan, karena tiada angka yang setinggi angka sembilan. Ia juga angka unik, meskipun bukan anggota bilangan prima. Rahasia angka sembilan dalam matematika sudah banyak yang membahas dan memperbincangkannya. Angka sembilan juga merupakan lambang kedigdayaan cinta.

~oOo~

Entah dalam hitungan sembilan puluh sembilan  bulan atawakah sudah sembilan tahun birunya kerinduan Qays dan Layla menyatu dengan langit:

Wahai angin malam yang dingin sampaikan salam hangatku pada kekasihku Layla! Tanyakan padanya apakah dia masih mau berjumpa denganku? Apakah dia masih memikirkan diriku? Aku terlunta-lunta, sengsara di padang pasir gersang.
Wahai kesegaran pagi yang murni dan indah! Maukah engkau menyanyikan salam rinduku pada kekasihku. Belailah rambutnya yang hitam berkilau, untuk mengungkapkan dahaga cinta yang memenuhi hatiku.
Wahai angin, maukah engkau membawakan keharuman rambutnya padaku? Sebagai pelepas rindu. Sampaikan pada wanita yang memikat hatiku itu. Betapa pedih rasa hatiku jika tidak bertemu dengannya, hingga tak kuat lagi aku menanggung beban kehidupan.

~oOo~

Sembilan hari sudah Hj. Maemunah meninggalkan H. Muhidin. Siang dan malam, H. Muhidin menangis merindukan istri yang sangat dicintainya itu. Semalam ia telah mendapatkan kepastian kabar perginya Hj. Maemunah dan ternyata istrinya itu telah terbujur kaku menjadi mayat. Cintanya dibawa mati.

Mengutip kalimat mas Ariel: karena separuh aku, dirimu.

~oOo~

Sembilan ratus sembilan puluh sembilan hari, Mendut dalam cengkeraman Tumenggung Wiroguno tetep keukeuh dengan sikapnya. Sesungguhnya Wiroguno sangat heran dengan sikap Mendut itu. Hanya Mendut yang berani menolak kehendak tumenggung kesayangan Sultan Agung itu untuk dijadikan selir. Ia hanya cinta kepada Pranacitra, kekasih hatinya.

~oOo~

“Aku harus menunaikan sebuah takdir. Surtikanthi, kamu sudah mengantuk?” kata Karna kepada istri tercintanya, sembilan jam sebelum ia gugur di Padang Kurusetra.

Kembali, mereka saling menatap, embusan angin yang dahsyat seakan memenuhi ruangan, menyapu semua ketakutan, keraguan dan kegelisahan. Penuh kerinduan, tangan mereka saling bersentuhan, tubuh mereka menyatu. Inikah angin atawa apikah yang menelan mereka?

Gelombang demi gelombang datang berdeburan membuat mereka semakin mendekat, semakin meneguhkan gelora di dada mereka. Hanya hembusan nafas mereka yang terdengar. Sontak membuat laut berombak dahsyat dan menyatukan mereka.

Lalu, hanya damai yang dirasa.

Theme song “Romance” by Clara Schumann