NDL

Jangan diklik

Saya ketawa ngekek ketika mendengar seorang kawan melemparkan istilah ndlodok,  ndlèdèk, ndlèwèr, ndlidir, ndlosor, ndlesep atau pun ndlongop. Sesekali kawan saya itu misuh dengan kata-kata khas Solo dan sekitarnya seperti ndladhuk, ndlogok, atau ndlègèk.

Lama sekali saya tidak mendengar lagi  istilah ndlodok dalam percakapan di pergaulan saya. Orang bergaya cuek bisa disebut sebagai orang yang ndlodok, terutama kenakalannya dalam mengucapkan sesuatu yang nyleneh tanpa beban.  Anda boleh bereaksi marah, jengkel, gemas atau bahkan sebal dengan gaya ndlodokan mereka, tetapi sebenarnya mereka bermaksud baik, kok. Itulah ciri khas ndlodok.

Lain ndlodok, lain ndlèdèk.

Apa itu ndlèdèk? Ketika Anda lupa menutup tube odol atau salep, lalu odol atau salep tersebut meleleh/keluar dari tempatnya, itulah yang disebut dengan ndlèdèk. Coklat yang meleleh bisa juga disebut ndlèdèk. 

Tetapi dalam percakapan sehari-hari, kata ndlèdèk menjadi banyak maknanya, tergantung ke mana arah pembicaraan. Intinya, ndlèdèk berkonotasi negatif tetapi bukan saru. Misalnya, dalam kalimat berikut: Karena waktu belajarnya dihabiskan untuk online sepanjang hari, prestasi di sekolahnya menjadi ndlèdèk. Di sini, ndlèdèk berarti melorot.

Kalau ndlèwèr? Istilah ini untuk menggambarkan benda cair yang merambat. Contohnya ingus yang keluar dari lubang hidung secara gravitasi, saat kita flu atau pilek. Zaman masih anak-anak dulu, saya kok merasa sayang untuk membuang ingus saya. Ia saya biarkan ndlèwèr barang sekian detik, kemudian saya hirup lagi. Seingat saya, teman-teman sepermainan saya juga melakukan hal yang sama.

Ada juga istilah ndlidir, kata ini untuk menggambarkan jumlah yang (sangat) banyak. Misalnya: tamune ndlidir padha teka (tamunya banyak sekali yang datang) atau undangan ndlidir sumebar (undangan banyak bertebaran).

Orang Jawa terutama dari tlatah Solo dan sekitarnya punya kata pisuhan tanpa makna apapun (tak ada artinya) dengan menggunakan tiga huruf NDL seperti ndladhuk, ndlogok, atau ndlègèk. Mungkin lebih tepat sebagai ungkapan kekecewaan daripada pisuhan.

Jika ada orang jatuh terjerembab dalam posisi rebah disebut ndlosor. Kalau posisi jatuhnya terjepit atau masuk lubang disebut ndlesep. Terjepit di antara kerumunan orang pbisa juga dikatakan ndlesep.

Sedangkan ndlongop untuk menggambarkan seseorang dalam posisi keheranan sampai mulutnya terbuka untuk waktu yang lama.

Iki postingan apa sih?

(Visited 1 times, 1 visits today)