MPP: ingin punya toko kelontong

MPP singkatan dari Masa Persiapan Pensiun. Meskipun di tempat saya bekerja tidak ada program MPP, saya mesti menyiapkan diri menjelang pensiun nanti. Setidaknya menyiapkan mental saat tidak seproduktif hari ini. Hitungan saya, dua puluh tiga bulan lagi saya akan memasuki usia pensiun.

Saya sendiri beranggapan kalau ber-MPPĀ  penting dilakukan, sebab saya mesti menyediakan waktu untuk penyesuaian diri terhadap masa pensiun yang akan saya alami. Hal ini saya lakukan supaya tidak mengalami sejumlah problem psikologis akibat ketidaksiapan mental saya untuk pensiun.

Saya sudah mulai berhitung kalau JHT Jamsostek saya nanti masih cukup untuk membayar sisa hutang bank dan cicilan mobil. Selebihnya, untuk cadangan bulanan saat tidak mendapatkan penghasilan yang tetap seperti biasanya. Rencana yang sampai saat ini (masih) mantap akan saya lakukan adalah saya ingin mempunyai toko kelontong kecil-kecilan yang lokasinya tak jauh dari masjid.

Tapi kenapa mesti dekat masjid? Ya, kan umur sudah mendekati ujungnya, lebih baik kalau bisa shalat lima waktu di masjid. Barangkali juga bisa bantu-bantu marbot masjid membersihkan masjid atau mempersiapkan perlengkapan pada saat ada acara pengajian.

***

Pada beberapa kesempatan saya mendiskusikan rencana saya tersebut dengan teman-teman saya. Tanggapannya beragam, ada yang memberikan masukan tips bagaimana membuka toko kelontong, ada yang menyayangkan mengapa tidak bekerja jadi karyawan lagi di perusahaan lain toh usia belum tua-tua amat, beberapa yang lain menghargai rencana saya.

Perburuan lokasi toko sudah saya mulai beberapa waktu yang lalu. Bahkan pada suatu hari saat pulang kantor saya pernah berhenti pada sebuah kios yang bertuliskan “dikontrakan” bukan “dikontrakkan” dan bertanya berapa harga sewanya. Hmm, kaget juga setelah tahu harga sewa yang ditawarkan. Di lain waktu, saya bertanya pada kios yang lain. Harga yang ditawarkan tak jauh berbeda. Ya sudah, paling tidak saya sudah dapat gambaran harga sewa sebuah kios.

Dua puluh tiga bulan bukan waktu yang lama. Saya mesti segera mematangkan rencana tersebut dan mengeksekusinya.

(Visited 1 times, 1 visits today)