Khong Guan

Peringatan dini: ini sama sekali bukan iklan, hanya sebuah kenangan dan cerita ringan mengenai biskuit kesayangan saya.

Seingat saya biskuit Khon Guan (KG) sudah ada sejak saya kecil dulu [belakangan saya browsing dan mendapatkan informasi pabrik biskuit ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 1970). Saat itu saya jarang sekali menikmati biskuit KG ini. Bisa jadi karena harganya mahal, orang tua saya menyediakan biskuit ini ketika lebaran tiba, dengan kaleng KG ukuran besar.

Biasanya seminggu sebelum lebaran Bapak sudah membeli KG dan menyimpannya di lemari. Mendekati lebaran, saya sudah mereke-reka biskuit mana yang akan saya makan duluan. Jenis wafer yang menjadi favorit saya [meskipun nanti tidak pilih-pilih lagi, semua jenis biskuit akan tandas dalam sekejap]. Setelah shalat ied, ibu akan membuka kaleng KG, saya dan adik-adik sudah tidak sabar lagi mengambil biskuitnya.

Nanti, ketika keliling untuk bersilaturahmi ke rumah nenek atau saudara yang lain, biskuit KG seperti menjadi sajian paling menyolok di antara makanan tradisional yang dipaparkan di meja. Lagi-lagi jenis wafer yang akan saya obok-obok duluan. Ternyata, jenis wafer juga menjadi favorit cucu nenek yang lain. Demi keadilan dan stabilitas para cucunya, nenek akan membagi biskuit wafer yang jumlahnya tidak seberapa banyak itu.

Cerita biskuit KG seperti itu akan selalu berulang di saat lebaran, hingga akhirnya kami – para cucu nenek, beranak pinak dan mempunyai tempat tinggal terpencar di mana-mana. Entah siapa yang memulainya, ketika kami berlebaran ke rumah nenek, oleh-oleh wajib yang harus kami bawa untuk nenek yaitu biskuit KG kaleng besar. Jadi, ketika lebaran paling tidak nenek akan mempunyai 11 kaleng besar biskuit KG oleh-oleh para cucunya. Kebiasaan seperti ini sudah hilang dalam 3 lebaran, karena nenek sudah tidak ada di antara kami lagi.

Tetapi untuk tradisi ngemil KG masih saya lakukan sampai sekarang. Tidak di rumah, tapi di kantor. Saya menyediakan biskuit KG ukuran 700 g. Lumayan, untuk menenteramkan perut yang sewaktu-waktu keroncongan, atau sekedar untuk mengganjal mata yang mulai ngantuk. 

(Visited 1 times, 1 visits today)