India #2: Perjuangan supir pribadi

Directed by Ramin Bahrani • Based on The White Tiger by Aravind Adiga •
Starring: Adarsh Gourav, Priyanka Chopra, Rajkummar Rao • Release: 2021

Saya menggemari film-film dokumenter tentang India yang bisa saya akses di kanal YouTube atau TV berbayar seperti misalnya Khumb Mela, Dabbawala, Hotel India series, India Street Food, dll.

Gegara membaca sinopsis film-film bagus yang tidak tayang di bioskop (yang juga ditutup selama pandemi copid-19), saya jadi pelanggan Netflix. Nonton film sambil rebahan, dan bisa ditonton kapan saja saat ada waktu luang. Dan film India pertama yang saya tonton di Netflix judulnya The White Tiger, tak lama setelah ngeklik official trailler-nya di YouTube.

Film yang memiliki genre drama kriminal ini diadaptasi dari novel karya Aravind Adiga (terbit 2008) dengan judul The White Tiger mengisahkan perjalanan kehidupan seorang pria, dari seorang supir menjadi pengusaha sukses di India.

Balram adalah supir pribadi yang memanfaatkan kecerdasan dan kelicikannya untuk keluar dari jurang kemiskinan yang selama ini membelit keluarga dan masyarakatnya. Ia yang sejak kecil terlihat cerdas di sekolahnya. Namun karena kemiskinan, ia harus meninggalkan bangku sekolah dan bekerja di sebuah kedai. Selama menjalani pekerjaan ini, Balram sering mendengar obrolan pengunjung kedai soal isu ekonomi dan pemerintahan. Hal inilah yang mendorongnya untuk memperbaiki taraf hidupnya dengan menjadi supir pribadi orang-orang kaya.

Keberuntungan berpihak pada pemuda itu, karena ia berhasil dipekerjakan oleh keluarga kaya-raya menjadi supir pribadi Ashok dan Pinky yang berlatar pendidikan di Amerika. Balram mengira kehidupannya sudah mulai membaik. Terlebih saat Ashok membawanya pindah ke New Delhi. Ia bisa berkirim uang kepada neneknya di kampung halamannya. Namun seiring berjalannya waktu, ia baru menyadari jika dunia yang dikenalnya selama ini penuh dengan kelicikan dan ketidakadilan.

Korupsi, kolusi dan kebohongan yang ia saksikan setiap saat, ditambah pengkhianatan keluarga Ashok terhadap dirinya akhirnya membuka matanya. Balram memanfaatkan kecerdasan dan cara-cara licik untuk mengubah kondisi ekonomi dan statusnya hingga bisa menjadi pengusaha dan majikan, meski untuk itu ia harus melakukan tindakan kriminal. Namun, karena pengalaman hidupnya yang dipenuhi dengan ketidakadilan sosial maka ia sangat peduli kepada para karyawannya yang nota bene rakyat jelata seperti dirinya.

(Visited 3 times, 1 visits today)