Identitas sebuah bunyi

ditemukan di sini

Mahasuci Tuhan yang telah menciptakan aneka rupa bunyi. Dunia akan sepi tanpa bunyi-bunyian. Bunyi atawa suara bisa terdengar oleh telinga karena ada media udara. Saya tidak ingin membahas mengenai teori tentang bunyi, Anda tentu lebih paham daripada saya.

Hari Sabtu dan Minggu saya libur, tidak masuk kerja. Pada saat leyeh-leyeh di rumah, sepanjang hari ada saja pedagang yang lewat di depan rumah. Cara menjajakannya, menggunakan bunyi atawa suara. Bunyi yang terdengar bisa yang keluar dari mulut pedagang (di antaranya sudah direkam, tinggal putar ulang) atawa melalui pukulan peralatan mereka.

“Jamu… jamu… jamunya bu…. jamunya mbak… jamunya mas…!”

“Tahu… tahu… tahu mentah…. Saribumiiiii…. Sumeedaaaaaannnngggg!”

“Bakpao…bakpao… bakpao panas…!

” Yuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrr………!!!!”

“Kassssssss…… koran bekassssss…. !!”

“Las… las…. pagar.. !!”

“Sol… spatu!”

“Peuyeumm….!”

“Yaammmmmmmm…. mayamm….!!”

“Susu.. murniii… nasionaall!”

“Emmasss….. emmmmaasss….!!!”

Dan masih ada beberapa lagi. Nada bunyinya pun unik. Meskipun kita di dalam rumah, mendengar bunyi atawa suara mereka kita bisa tahu apa yang mereka perdagangkan. Bahkan hanya berupa bunyi pukulan pada peralatan yang mereka miliki kita tahu mereka berdagang apa: bakso, sate, es puter, ketoprak atawa tukang patri.

Lain lagi jasa Odong-odong. Mereka akan menyetel lagu anak-anak, kadang si abang tukang Odong-odong ikutan berdendang.

(Visited 1 times, 1 visits today)