Gitu Aja Kok Repot, In Memoriam Gus Dur 1940 – 2009

Spesial Program Metro TV bertema “Gitu Aja Kok Repot, In Memoriam Gus Dur 1940 – 2009” yang disiarkan semalam, menyajikan kisah hidup Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Acara tersebut dipandu oleh Virgie Baker, Iwel dan Vivi Aleyda Yahya sungguh bagus, setidaknya membuat saya selama hampir dua jam tidak beranjak dari depan TV.

Iringan kelompok musik Sinten Remen pimpinan Djaduk Ferianto membuat acara yang menampilkan keluarga dan orang-orang yang pernah terlibat dengan Gus Dur itu semakin semarak saja.

Tiga putri Gus Dur menceritakan kenangan bersama ayah mereka. Tokoh-tokoh lain yang hadir seperti Gus Mus, Jaya Suprana, Machfud MD, Romo Mudji Sutrisno, Arswendo, Wimar Witoelar, dan lain-lain yang juga menceritakan kenangan bersama Gus Dur. Tak henti-hentinya saya tertawa ketika mereka menceritakan humor dan kelucuan khas Gus Dur.

Ada satu sesi wawancara imajiner dengan Gus Dur. Jaya Suprana melakukan tanya jawab dengan Gus Dur yang diperankan oleh Dr. Handojo alias Gus Pur. Sentilan wawancara tersebut sungguh cerdas, salah satunya menyinggung pansus Bank Century dan kondisi persepakbolaan negeri ini.

Satu hal yang baru saya dengar, bahwa Gus Dur sangat suka mendengarkan radio Muara FM Jakarta yang sering memutar lagu berjudul “Remang-Remang” sejenis lagu Tarling Pantura (Cirebon). Bahkan semalam menampilkan penyiar radion Muara FM yang dikomplain Gus Dur karena memotong lagu tersebut dengan iklan. Syairnya seperti ini :

Remang-remang sinar lampu wayah sore
Ganti surute srengenge
Nunggu kakang wis lawas langka kabare
Rasa pegel duh kakang sun ngentenane
Remang-remang sinar lampune madangi
Kadang keton lintang wis ora perduli
Kula seneng waktu deweke njanjeni
Wong ganteng aja gawe lara ati
Jare lunga bali suwe
Lawas olih sewengi
Kula percaya bae
Nyatane kakang bohongi
Angel jaman saiki
Luruh lanang sejati
Sing mung ana siji
Kang siji wis duwe rabi
Remang-remang sepanjang jalan pantura
Gadis manis pada midang pinggir dalan
Jare seneng bisa bantui wong tua
Kadang nangis urip mengkenen sampai kapan

Semalam, lagu “Remang-Remang” dinyanyikan oleh Inul Daratista dengan diiringi Sinten Remen dan nanti Inul juga menyanyikan lagu “Tak Ingin Sendiri”, karena memang Gus Dur tidak sendiri, teman dan sahabatnya banyak sekali. Di ujung acara, Ebiet G. Ade menyanyikan lagu “Ayah” dan pada jeda lagu itu Inayah, putri Gus Dur, membacakan puisi diiringi petikan gitar Ebiet G. Ade.

Asli, puisi yang dibacakan itu sangat bagus dan mengharukan,  saya menitikkan air mata. Sayang sekali, Inayah yang belum selesai membacakan puisinya, acara “Gitu Aja Kok Repot, In Memoriam Gus Dur 1940 – 2009” itu buru-buru dipotong iklan dan selesai sudah.

(Visited 1 times, 1 visits today)