Dewi Rengganis

Puncak gunung Argapura begitu anggun di pagi hari. Apalagi ada segumpal awan putih yang singgah di ujung tebingnya. Pada dataran yang cukup lapang, terlihat dua orang gadis yang tengah berlarian mengejar kupu-kupu yang berwarna biru. Gadis yang terurai rambutnya itu bernama Dewi Rengganis, bernama demikian karena dibesarkan dari berjuta-juta sari bunga. Sedangkan temannya bernama Kadar Manik, putri jin penguasa gunung Argapura.

Kegemaran Dewi Rengganis adalah menghisap sari bunga. Hampir semua wilayah bunga yang berada di gunung Argapura pernah disinggahinya.

Pada suatu hari, Dewi Rengganis dan Kadar Manik terbang menuruni lereng gunung Argapura. Dan tanpa sengaja mereka menemukan taman bunga yang sungguh indah. Taman bunga milik istana Mekah. Berbagai macam bunga yang ada di sana membuat Rengganis dan Kadar Manik rakus menghisap sarinya, bahkan tindakannya itu membuat bunga-bunga di taman istana itu menjadi layu.

Arkian, tidak lama setelah Rengganis dan Kadar Manik pergi, datanglah Raden Repatmaja yang berniat istirahat di taman istana. Betapa terkejutnya ia ketika ditemui bunga-bunga menjadi layu semua. Tukang taman dipanggil untuk menjelaskan kejadian tersebut, namun tidak ada penjelasan yang memuaskan hatinya. Raden Repatmaja mengerahkan beberapa prajurit untuk menjaga taman istana, supaya tidak ada yang berani merusaknya lagi.

Beberapa hari kemudian, Rengganis datang lagi ke taman istana. Kali ini tidak ditemani oleh Kadar Manik. Sedang asyik-asyiknya menghisap sari bunga, betapa terkejutnya ia ketika terdengar bentakan dari seorang prajurit. Rengganis pun ditangkap dan dihadapkan kepada Raden Repatmaja.

Namun, saat sampai di hadapan Raden Repatmaja, prajurit diminta melepaskan Rengganis. Raden Repatmaja terpesona oleh kecantikan Rengganis. Ya, Repatmaja jatuh cinta pada pandangan pertama. Rengganis pun pamit pulang dan berjanji esok akan kembali lagi. Betapa sedihnya Repatmaja ditinggal pergi oleh Rengganis. Semalaman ia tidak bisa tidur, gelisah dan tidak mau makan.

Keesokan harinya, Rengganis datang menemui Repatmaja untuk memenuhi janjinya. Ia datang ditemani oleh Kadar Manik. Pada pertemuan itu, Repatmaja mengajak kawin Rengganis. Ah, laki-laki, kenapa begitu cepat mengambil sebuah keputusan. Ini cinta atawakah nafsu belaka?

Rengganis menolak dan menyodorkan Kadar Manik. Sama-sama cantiknya. Repatmaja pun bersedia menerima tawaran itu, namun mengajukan satu syarat. Repatmaja minta kepada Rengganis membuka bajunya, dan ia tidak akan menyentuhnya.

Apakah demikian kejadiannya? Rengganis menyetujui persyaratan yang aneh itu. Ia mulai melepas pakaiannya. Nafas Repatmaja diburu nafsu, ia ingin menyentuh tubuh Rengganis. Dan Rangganis pun sontak kaget, ia kenakan kembali pakaiannya dan terbang melesat ke angkasa. Desau angin dari selendang Rengganis menyentuh tubuh Repatmaja, dan ia pun roboh.

Mati.

Atawa cuma pingsan?

___________
Note :
Cerita di atas saya tafsirkan secara bebas dari lakon Dewi Rengganis dalam Wayang Sasak.

(Visited 1 times, 1 visits today)