O, menikahlah denganku

Diam-diam terjadi jalinan kisah asmara antara┬áSiti Sundari dengan Abimanyu. Sejak Pandawa dalam masa pembuangan 13 tahun, Arjuna menitipkan Abimanyu – buah perkawinannya dengan Supraba – dalam pengasuhan Kresna. Hubungan kekerabatan antara Abimanyu dan Siti Sundari masih tergolong sepupuan, sebab Kresna merupakan pakdenya Abimanyu.

Karena mereka saling bertemu saban harinya, cinta mereka bersemi dan tumbuh dengan suburnya. Tentu saja, Kresna mengetahui hubungan tersebut dan ia sangat menyetujui jika ia kelak berbesanan dengan Arjuna.

“Aku akan melamarmu, dik!” ujar Abimanyu pada suatu senja.

***

Sementara itu di Hastinapura, Lesmana Madrakumara sedang merayu ayahnya untuk melamarkan seorang gadis untuk dijadikan istri. Luka hati Lesmana belum sembuh betul ketika minggu lalu cintanya ditolak mentah-mentah oleh Pergiwa, gadis hitam manis yang lebih memilih Gatotkaca menjadi jodohnya. read more

Hutang rindu dibayar rindu #3

Tiba-tiba muncul Panglima Sutakasi dan pasukan pemberontak meringsek masuk ke alun-alun dengan sengaja lengkap. Semua orang terkejut dan terkecuali raja sendiri.

“Berikan pedangmu, wahai Raka Paranggelung sebagai tanda taklukmu kepadaku!” teriak Sutakasi.

Raja Paranggelung beranjak dari kursinya. Pedang tergenggam di tangan di kanannya. Ia berjalan pelan ke arah Sutakasi dengan cara menunduk. Sebuah sikap penyerahan diri.

Panglima Sutakasi mongkog hatinya, sebab sebentar lagi ia menerima tanda takluk Raja Paranggelung. Namun, Sutakasi salah duga. read more

Hutang rindu dibayar rindu #2

Raja Paranggelung tertegun. Palgunadi dan Anggraini masih menuntaskan pelukan hangat mereka. Kegiatan pelunasan rasa rindu tersebut seketika buyar begitu terdengar deheman Raja Paranggelung.

Kemudian pintu dibanting dengan sangat keras oleh penguasa Paranggelung itu. Tanpa bicara ia tinggalkan kediaman Anggraini.

Dalam hitungan menit, beberapa prajurit menangkap Palgunadi dan memasukkannya dalam sel. Sementara itu, Anggraini digiring ke hadapan raja.

“Kamu mencintai Palgunadi, Anggraini?” tanya Raja Paranggelung.

Anggraini menundukkan kepala. Matanya menghitung ubin yang ia injak. Sikap yang demikian itu sudah cukup bagi Raja Paranggelung untuk memutuskan nasib Anggraini. Kemudian ia bergegas menuju sel tempat Palgunadi dipenjara. Ia mesti menemuinya di sana, sebab jika Palgunadi dibawa keluar sel ia kuatir Palgunadi akan melarikan diri. read more