Take Him Out atawa Drupadi Mencari Jodoh

Menurut tradisi yang berlaku saat itu, jika seorang raja mempunyai puteri yang sudah dewasa wajib menyelenggarakan sayembara untuk mencari jodoh yang pantas bagi puterinya.

Syahdan, Raja Drupada penguasa Kerajaan Panchala mempunyai puteri nan jelita berbudi pekerti tinggi yang bernama Drupadi. Ia sudah waktunya mendapatkan seorang suami yang pantas baginya. Raja Drupada sungguh penguasa yang kreatif, ia menyelenggarakan sayembara dengan cara anti biasa, bukan yang itu-itu melulu, tetapi ia mengadopsinya menjadi mirip-mirip acara Take Him Out (THO) yang terkenal itu.

Balairung istana sungguh semarak dengan hiasan aneka warna. Dua puluh meja setinggi dada sudah disiapkan untuk para peserta THO.

“Selamat siang hadirin sekalian. Baiklah, acara Take Him Out dimulai. Lampu nyala!” Dristadyumna yang didapuk menjadi pembawa acara membuka sayembara. Ruangan menjadi gegap gempita oleh tepuk tangan hadirin. Di sana terlihat tokoh-tokoh penting dari berbagai kerajaan. Mereka adalah supporter para peserta THO, yang semuanya adalah pangeran tampan dan sakti. read more

Abimanyu Memilih Hengkang

Surat kabar itu dilemparkan oleh Abimanyu. Berita tentang siapa yang akan ditunjuk Prabu Yudhistira untuk menjadi pemimpin dan pendamping Katumenggungan Yatran (Kementerian Keuangan) Kerajaan Indraprastha telah mengusik hatinya. Betapa tidak, berkali-kali ia telah diminta menghadap Prabu Yudhistira untuk fit & proper test bahkan ia telah menandatangani pakta integritas dengan sang Prabu, tetapi di surat kabar itu bukan nama dia yang disebut. read more

Mas No dan mBak Sri Akan Diperiksa KPPK

Peristiwa di padang Kurusetra setahun sebelumnya.

Pada hari kesembilan, pasukan Pandawa terdesak oleh pasukan Kurawa di bawah komando Resi Bhisma. Ratusan prajurit Pandawa tewas oleh amukan Resi Bhisma. Pihak Pandawa gelisah dan prihatin atas keadaan hari itu. Harjuno, nama lain Arjuna yang sering dipanggil Mas No itu mencoba turun ke gelanggang peperangan. Lumayan, pasukan Pandawa bisa menahan serangan Kurawa. Senja hari, perang diistirahatkan. Pandawa memanfaatkan waktu istirahatnya untuk membahas taktik dan strategi mengatasi kekacauan di Kurusetra. Kresna bilang bahwa selama Resi Bhisma masih jadi komandan Kurawa, Pandawa akan kalah. Bhisma ditakdirkan tidak bisa dikalahkan oleh prajurit laki-laki betapapun saktinya prajurit itu. read more