Duryodana dikilik-kilik oleh Dikileaks

Kemarahan Duryodana kali ini bak tsunami akibat gempa berskala 8.9 SR. Kemarahan yang dipicu oleh sebuah berita di surat kabar negeri tetangga yang bersumber dari situs Dikileaks. Pejabat Hastina kalang-kabut menghadapi pemberitaan tersebut. Secara maraton Duryodana mengadakan rapat dengan para pejabatnya dengan agenda utama bagaimana menangkal isi berita yang tak sedap itu.

“Pemberitaan yang dimuat di surat kabar tersebut tidak mengandung kebenaran sama sekali. Prabu Duryudana sangat sedih dan prihatin dengan fitnah yang kejam ini,” kata Dursasana yang mewakili Istana Hastina sebagai juru bicara. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Bahkan ibu Banowati menangis tiada henti.” read more

Setyawati, kesetiaan seorang istri

kala hatiku sedang rindu, pada siapa ku mengadu
dalam hati bertanya slalu, berlinanglah air mataku
akan ku cari walau ke mana, kini aku berkelana
ke ujung dunia akan kucari

Lamat-lamat terdengar lagu dangdut Rindu dari radio transistor warung kopi yang mangkal di depan rumah Pujawati. Sebenarnya malam sudah larut, tetapi gadis yang sudah matang lahir batin itu tidak bisa tidur. Hari-harinya dirundung duka karena telah lama ia menantikan jodoh turun dari langit. read more

La tahzan, Kyai Semar!

Syahdan, Kyai Semar sedang bersedih hati. Ia merindukan kedatangan kedua anaknya selain Bagong, yaitu Petruk dan Gareng. Ia duduk di ruang tamu sambil memandangi foto fenomenal kerabat Karang Tumaritis: Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Ia paksakan tersenyum ketika mengingat bagaimana ia mengangkat Trio Gareng-Petruk-Bagong sebagai anak-anaknya. read more