Kerinduan Qays kepada Layla

Bilik Rindu No. 1303 jam 2.12. Telah memuncak kerinduan Qays kepada Layla, kekasihnya. Qays telah kehilangan semangat dan putus asa. Akal sehatnya sudah hilang, sirna pula kesadaran dirinya. Jika sudah demikian, syair indah akan keluar dari bibirnya yang kering.

Wahai angin malam yang dingin sampaikan salam hangatku pada kekasihku Layla! Tanyakan padanya apakah dia masih mau berjumpa denganku? Apakah dia masih memikirkan diriku? Aku terlunta-lunta, sengsara di padang pasir gersang.

Wahai kesegaran pagi yang murni dan indah! Maukah engkau menyanyikan salam rinduku pada kekasihku. Belailah rambutnya yang hitam berkilau, untuk mengungkapkan dahaga cinta yang memenuhi hatiku.

Wahai angin, maukah engkau membawakan keharuman rambutnya padaku? Sebagai pelepas rindu. Sampaikan pada wanita yang memikat hatiku itu. Betapa pedih rasa hatiku jika tidak bertemu dengannya, hingga tak kuat lagi aku menanggung beban kehidupan.

Aku merangkak melintasi padang pasir. Tubuh berbalut debu dan darah menetes. Air mataku pun telah kering, karena meratap dan merindukannya, siang malam.

Duhai semilir angin pagi, bisikkan dengan lembut salamku. Sampaikan padanya pesanku ini : Duhai Layla, bibirmu yang ranum selaksa merah delima, mengandung madu dan memancarkan keharuman surga. Membahagiakan hati yang memandang. Biarkan semua itu menjadi milikku!

Hatiku telah dikuasai oleh pesona jiwamu. Kecantikanmu menusuk hatiku laksana anak panah, hingga sayap yang sudah patah ini tidak mungkin dapat terbang lagi. Berbagai bunga warna-warni menjadi layu dan mati karena cemburu pada kecantikan parasmu yang bersinar. Engkau laksana dewi malam gelimang cahaya. Surgapun akan tertarik untuk mencuri segala keindahan yang engkau miliki, karena engkau terlalu indah dan terlalu berharga untuk tinggal di bumi!

Duhai Layla, dirimu selalu dalam pandangan. Siang selalu kupikirkan dan malam selalu menghiasi mimpi. Hanya untukmu seorang jiwaku rela menahan kesedihan dan kehancuran.

Jeritanku menembus cakrawala, memanggil namamu sebagai pengobat jiwa, penawar kalbu. Tahukah engkau, tahi lalat di wajahmu itu seperti sihir yang tidak bisa aku hindari. Ia menjadi sumber kebahagiaan yang telah memikatku untuk selalu mengenangmu.

Jiwaku telah tergadaikan oleh pesonamu yang memabukkan, jiwaku telah terbeli oleh gairah dan kebahagiaan cinta yang engkau berikan.

Dan demi rasa cintaku yang mendalam, aku rela berada di puncak salju yang dingin seorang diri, berteman lapar, menahan dahaga. Wahai kekasihku, biarkan pesonamu tetap abadi selamanya di hatiku.

dari Kitab Layla Majnun, sedikit modifikasi

Kisah Cinta Sulaiman dan Bilqis

Judul buku: The Sacred Romance of King Sulaiman & Queen Sheba • Pengarang: Waheeda El-Humayra • Penerbit : Mizania, 2008 • Tebal  : 256 hal

Novel ini berkisah tentang cinta Nabi Sulaiman dan Bilqis (berarti permaisuri yang cantik, hal 102) yang diceritakan dengan sangat menarik oleh penulisnya. Pembaca tidak hanya diajak mengenal orang-orang besar di masa itu, tetapi juga dibawa menjelajahi peristiwa-peristiwa besar dan diseret ke dalam lorong waktu untuk merasakan suasana Jerusalem tiga ribu tahun yang lalu.

Saya cuplikkan surat cinta Ratu Sheba (Sulaiman memanggilnya dengan Bilqis) kepada Raja Sulaiman, setelah pertemuan mereka di Negeri Ursyalim. read more

Maryamah Karpov: Ikal, Akhirnya Menemukan A Ling

Buku berjudul Maryamah Karpov, buku terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata setebal 503 ini saya selesaikan membacanya dalam 2 hari ini. Seperti 3 buku sebelumnya, banyak kejutan yang diceritakan oleh penulisnya masih seputar keberanian dan keteguhan hati.

Saya mendapatkan buku ini sudah di cetakan ke 4 Desember 2008 (cetakan 1 Nopember 2008, sebulan 2 kali cetak). Buku ini sangat ditunggu-tunggu penggemar Laskar Pelangi, yang sudah diiklankan sejak terbitnya trilogi Laskar Pelangi. Seteah habis membaca buku ini, saya bingung kenapa buku ke 4 diberi judul Maryamah Karpov (meskipun belakangan menjadi : Mimpi-mimpi Lintang – Maryamah Karpov). Nama Maryamah Karpov sendiri baru disebut di halaman 240 (lihat alenia 2 kalimat terakhir : Di antara mereka kadang tampak pula Mak Cik Maryamah yang sering kali mengajari orang langkah-langkah catur Karpov.

Cik Maryamah ini adalah pemilik Warung Kopi Usah Kau Kenang Lagi. Sampai dengan akhir cerita, Maryamah disebut tidak lebih dari 2 kali saja. Perhatikan gambar covernya, di sana terlihat seorang gadis sedang memainkan biola, dia ini si Nurmi anak Cik Maryamah. Ikal belajar biola kepada Nurmi ini. Cerita main biola ini cuma ingin menegaskan teori Lintang, bahwa main biola pun bisa dikaji dari sudut ilmiah.

Sebagaimana buku-buku sebelumnya, saya akan tersenyum ketika Ikal menggambarkan adegan lucu dan perasaan mengharu biru mengikuti perjuangan Ikal untuk menemukan belahan jiwanya : A Ling. Ikal menggambarkan kecantikan A Ling dua kali lebih cantik daripada Michelle Yeoh (bintang film Hongkong, pen).

A Ling sudah dicari Ikal ke separo belahan dunia, ternyata A Ling ada di Pulau Kuburan, satu dari sebelas pulau di Kepulauan Batuan, di mana untuk mencapai tempat tersebut harus melewati Selat Malaka, yang berombak ganas dan menjadi wilayah kekuasaan Bajak Laut nan kejam.

Tokoh-tokoh di buku Laskar Pelangi muncul kembali di buku ini, bahkan Mahar menyertai Ikal mencari A Ling dengan Perahu Asteroid ciptaan Ikal berdasarkan perhitungan ilmiah Lintang. Perahu itu diberi nama : Mimpi-mimpi Lintang. Sebuah petualangan yang mendebarkan sekaligus menggelikan.

Di akhir cerita, hubungan asmara Ikal – A Ling, berakhir tragis.