Sukses dengan kesungguhan hati

Judul: Seni Merangkai Keberhasilan • Penulis: Akhmad Muhaimin Azzet, Lily Suhana dan Abdul Cholik • Penerbit: PT Elex Media Komputindo (2014) • Tebal: viii + 125

Suatu ketika seorang kawan mengeluh kepada saya mengenai nasibnya yang tak seberuntung orang lain. Ia sudah berumur mendekati usia pensiun, tetapi belum punya apa-apa untuk sangu di masa pensiunnya nanti. Ia membandingkan dengan anak muda berusia tiga puluhan, sudah nikah dan punya anak satu. Anak muda tersebut jauh lebih sukses hidupnya dibandingkan dengannya. Sukses dalam karier maupun kekayaan.

Mendengar keluhannya – dan saya berkesimpulan kalau orang gagal itu hobinya memang suka mengeluh – saya memberikan sebuah sanepan kepadanya. Saya memberikan pertanyaan kepadanya: Ada dua buah dompet. Jika disuruh memilih salah satunya, kamu akan memilih dompet yang bentuknya panjang tetapi berisi uang seratus ribu atau dompet yang pendek tetapi isinya sejuta rupiah. Sama seperti manusia, ada mereka yang berumur panjang namun kualitas hidupnya sangat rendah atau mereka yang masih muda namun sudah mencapai tingkat kualitas hidup di atas rata-rata. lanjutkan baca

Buku saya akan terbit lagi

The Padeblogan sempat terbengkalai akhir-akhir ini, meskipun saya biarkan tak ada postingan baru ternyata jumlah kunjungan rata-rata per hari masih di atas 600. Ini gara-gara ada tayangan Mahabharata di ANTV yang diputar saban malamnya, mayoritas pengunjung The Padeblogan mengarah ke WayangSlenco – sepertinya – mencari informasi sepak terjang Arjuna. Dan yang mereka dapatkan di The Padeblogan pasti meleset dari angan-angan mereka, sebab wayang di The Padeblogan dikemas oleh dalang antik.

Sesungguhnya saya ndak memposting sebuah tulisan di The Padeblogan karena sedang disibukkan menyiapkan buku-buku yang akan segera saya terbitkan. Dalam waktu dekat, buku yang akan terbit lumayan tebal, judulnya masih saya rahasiakan. Tetapi saya akan membocorkan sedikit prosesi penyiapan penerbitan buku tersebut.

***

Arkian, saya tertarik kepada ilmu titen para petani kita zaman dulu dalam memulai masa tanam yang disebut sebagai Pranata Mangsa, yakni pengaturan waktu musim yang dipakai sebagai patokan dalam mengolah lahan pertanian. Pada akhir abad 19, Kanjeng Sinuhun PB VII memerintahkan agar Pranata Mangsa tersebut dibakukan dan dibukukan. lanjutkan baca

Leo Tolstoi, novelnya banyak dibaca di dunia

Leo Tolstoi (9 Sept 1828 – 20 Nov 1910) adalah pujangga besar Rusia bernama lengkap Lev (Leo) Nikolayevich Tolstoi terkenal terutama karena novel epik sejarahnya, Voina i Mir (Perang dan Damai) mengenai perlawanan rakyat Rusia terhadap invasi Napoleon pada tahun 1812. Di dalam perlawanan itu kaum bangsawan dan rakyat biasa bahu membahu membela tanah airnya. Namun, karya Tolstoi yang paling luas dibaca dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa asing adalah novelnya yang kedua, Anna Karenina, yang menyoroti kehidupan pribadi kaum bangsawan dan golongan high society Rusia pada zamannya.

Tolstoi dilahirkan dan dibesarkan di tengah-tengah golongan ningrat, karena itulah ia bisa menggarap tema novel itu dari sudut pandang orang dalam. Beberapa anggota keluarganya tercatat dalam sejarah Rusia sejak abad ke-16, bahkan ayahnya Graf (Comte) Nikolai Ilyich Tolstoi ambil bagian dalam perang melawan Napoleon pada 1812-1814 dengan pangkat letnan kolonel. lanjutkan baca