Blok M

Kawasan Blok M – tepatnya di terminalnya – sangat saya akrabi ketika awal-awal merantau ke Jakarta akhir tahun 1992. Terminal Blok M sebagai tempat jujugan yang paling aman bagi saya yang belum paham jalan-jalan di Ibukota.

Saya ingat betul pergi ke Jakarta naik kereta api dari Stasiun Lempuyangan turun di Stasiun Jatinegara. Untuk menuju ke rumah seorang teman di sekitaran Pondok Kelapa Jakarta Timur saya cari kendaraan yang menuju Blok M, baru nanti dari Blok M naik bus Mayasari Bhakti yang jurusan Kranji Bekasi, kemudian naik Mikrolet ke arah Lampiri Pondok Kelapa. Tentu saja, sampai di rumah teman saya diketawain olehnya, seharusnya – katanya – dari Jatinegara naik Mikrolet yang jurusan Pondok Kelapa. read more

Sanding dua budaya

Hari ini saya menghadiri dua undangan dari perusahaan Jepang. Acara pabrik kesatu dilakukan pada pagi hari bertajuk Opening Ceremony, sedangkan acara pabrik kedua dilaksanakan selepas shalat Jumat bertajuk Syukuran Pembukaan Pabrik. Memang sudah jamak dilakukan oleh perusahaan asing jika membuka pabrik di Indonesia mereka mengikuti kearifan pepatah kuno negeri ini: di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Termasuk dalam acara pembukaan pabrik baru.

Pada pabrik kesatu, tuan rumah dan tetamu berbaju batik. Pada acara pembukaannya disajikan tarian khas Sunda sebagai ucapan wilujeng sumping bagi para tetamu yang diundang. Tiga penari cantik dengan senyuman tak lepas dari raut mukanya itu melenggak-lenggok di atas panggung. Nanti pada saat pemotongan rangkaian bunga melati, ketiga penari tersebut akan hadir kembali, salah satunya membawa baki sebagai tempat gunting yang diperuntukkan untuk memotong rangkaian melati. read more