Kereta itu (barusan) lewat


Selepas shalat asar, para karyawan PT Padeblogan, Tbk siap-siap pulang. Maklum, sepanjang bulan puasa, jam kantor hanya sampai pukul 16.00 untuk memberi kesempatan karyawan dapat berbuka puasa di rumahnya masing-masing. Bukankah berbuka puasa bersama keluarga sebuah kenikmatan yang tiada tara?

Pun dengan Gino, ia pulang agak gasik dari biasanya. Sebelum pulang, biasanya ia akan mengecek semua ruangan. Ia longok ruangan Kyaine, ternyata ada Mas Laire – Deputy Director, yang bergabung dengan PT Padeblogan, Tbk tiga bulan lalu, lagi asyik ngobrol dengan Kyaine. Gino – si OB teladan itu pun melanjutkan pekerjaan ke ruang yang lain.

~oOo~ read more

Pensiun dini

Tahun 2000-an lalu saya mengikuti seminar James Gwee yang materinya mengenai Cashflow Quadrant-nya Robert Kiyosaki. Seingat saya, konsep Cashflow Quadrant tersebut digambarkan dalam sebuah diagram terbagi atas dua garis vertikal dan horisontal sehingga menjadi empat kelompok kuadran, yaitu E: Employee – ia bekerja untuk orang lain, S: Self-employed – ia memiliki keahlian setingkat di atas employee contohnya dokter, pengacara, atawa akuntan,  B: Boss, sebagai pemilik bisnis  – ia memiliki sebuah sistem untuk mendapatkan uang, dan I: Investor – ia menginvestasikan uangnya pada suatu bidang yang menghasilkan pemasukan lebih besar.

Biasanya, dalam mengikuti suatu seminar atawa pelatihan ada yang meletup-letup dari dalam hati: timbul semangat baru. Pun setelah mengikuti seminar Cashflow Quadrant tersebut. Waktu itu, saya pun mulai berhitung kapan akan melompat dari kuadran E menjadi kuadran B? Saya tetapkan di umur 48 nanti saya akan ambil pensiun dini, untuk mengubah diri dari karyawan menjadi seorang boss!

Namun, dalam perkembangannya ternyata saya sama sekali nggak melakukan apa pun untuk persiapan melompat dari E ke B. Terlalu sibuk menjadi karyawan yang saban hari kudu siap dimarahi oleh boss. Bukankah karyawan digaji untuk dimarahi? Seorang kawan berseloroh, dari 90% gaji kita memang untuk dimarahi. Ha…ha…ha…

~oOo~

Bulan ini, setidaknya saya dikejutkan oleh dua orang kawan saya yang mengambil langkah pensiun dini. Kawan pertama bekerja pada sebuah perusahaan besar yang di dalam peraturan perusahaannya memang mengatur perkara pensiun dini ini, yaitu karyawan yang sudah berusia 45 tahun dan bekerja minimal 10 tahun boleh mengajukan pensiun dini. Kawan saya ini usianya 46 tahun dan sudah bekerja selama 19 tahun.

Terus, setelah pensiun ia mau ngapain? Ia akan menekuni bisnis telur secara penuh-waktu, di mana bisnis ini  telah ia rintis berapa tahun belakangan. Ia berani mengambil pensiun dini karena penghasilan sebulan dari bisnis telurnya sudah melebihi jumlah gaji yang ia terima sebagai karyawan. read more

Warsito P. Taruno, Ilmuwan Pencipta Alat Pembasmi Kanker Payudara dan Otak

Awalnya, karir Dr Warsito P. Taruno sebagai peneliti dibangun di Jepang. Di Negeri Matahari Terbit itu, reputasinya sebagai peneliti cukup diperhitungkan. Dari tangan dinginnya, tercipta sebuah alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara.

~oOo~

Tak sedikit peneliti Indonesia yang lebih suka berkarir dan bekerja di luar negeri ketimbang di dalam negeri. Sebab, di luar negeri lebih menjanjikan. Tapi, itu tak berlaku bagi Warsito P. Taruno.

Semula, Warsito merupakan salah seorang peneliti Indonesia yang berkarir di Shizuoka University, Jepang. Di kampus tersebut, pria 54 tahun (note: mestinya 45 tahun) itu juga menjadi salah seorang dosen. Selama berada di Jepang, hidup Warsito lebih dari cukup. Apalagi, pemerintah di sana sangat memperhatikan dan menghargai para peneliti. read more