Ora Kanggo

Delapan bulan lalu, saya meletakkan jabatan yang cukup vital dalam organisasi yang ikut saya besarkan selama hampir sembilan tahun ini. Perbedaan prinsip yang membuat hati saya gundah, tersiksa dan menguras pikiran sampai kering kerontang, menjadi penyebabnya. Saya tidak enjoy lagi mengurus salah satu “anak” kesayangan saya itu. Selanjutnya,¬†saya menghilang dari peredaran dan pergaulan mereka sebagai orang yang ora kanggo, tidak terpakai.

Seorang sarjana, baru lulus S2 mengajukan surat lamaran kerja. Ah, di situasi krisis global seperti ini siapa yang mau membutuhkan tenaganya? Banyak perusahaan mem-PHK karyawannya, alih-alih menerima karyawan baru seperti dia, mempertahankan karyawan yang ada saja sudah bagus. Tidak putus asa, ia mengajukan lamaran ke perusahaan lainnya. Kata personalia : “Boleh saja Anda kerja di perusahaan kami, tapi mau nggak menggunakan ijazah SMA Anda saja?” Rupanya, ijazah S2-nya, ora kanggo.

lanjutkan baca

Rp 6,7 T

Konon, untuk menyelamatkan Bank Century pemerintah menggelontorkan dana sebesar 6,7 Triliun Rupiah. Beberapa kalangan menyebutkan kalau jumlah ini fantastis. Angka ini kalau ditulis, mudah-mudahan saya tidak salah : Rp 6.700.000.000.000. Sulit membayangkan uang begitu banyak dalam bentuk cash. Untuk mempermudah, mari kita coba untuk mengkonversinya dalam bentuk yang lain. lanjutkan baca

2012

Setelah menyaksikan fim 2012, saya bergumam pada diri sendiri: lagi-lagi Amerika menunjukkan sifat jumawanya. Seperti film-film produksi Hollywood lainnya, Amerika selalu digambarkan sebagai negara yang superior. Kali ini, di film 2012 Amerika mencium pengamatan ahli geologis bernama Adrian Helmsley yang memprediksikan dunia akan menemui kehancuran pada tahun 2012. Pemerintah Amerika segera membentuk Institute for Human Continuity, organisasi rahasia dengan misi penyelamatan umat manusia. Proyek yang dibangun adalah bahtera raksasa sebagai antisipasi jika kiamat benar-benar  datang. lanjutkan baca