Ingin membunuh jemu dan penat

Rasa penat sudah saya rasakan sejak Senin sore, sehingga saya niati untuk tidur lebih cepat. Dan betul saja, jam setengah sembilan saya sudah mapan dan tak lama kemudian terlelap. Memang tak biasanya saya tidur malam sesore itu, menjelang tengah malam baru bisa pejamkan mata setengah sempurna.

Ketika alarm yang saya stel semenit lebih awal dari azan subuh meraung-raung membangunkan saya, terpaksa saya off dan saya undurkan menjadi jam 5. Celakanya, azan subuh yang terdengar nyaring dari masjid saya cuekin, saya lebih memilih menarik selimut daripada melepas tiga tali ikatan syetan yang diikatkan pada tengkuk saya. lanjutkan baca

Masih kuat nulis, Mas?

Sejak sepuluh hari terakhir bulan Desember 2015 saya mulai intens menorehkan tulisan di The Padeblogan ini. Rasanya saban hari saya bisa mempublikasikan satu artikel, padahal menulis di blog ini sedang malas-malasnya. Saya sendiri juga heran kenapa bisa dengan begitu mudah menulis dan langsung menjadi postingan.

Padahal saya ngeblog menggunakan hape, loh!

Dengan jari satu – jari telunjuk kanan – saya menutuli satu-satu aksara untuk dirangkai menjadi kata kemudian menjadi kalimat. Sejauh ini saya sedang tidak fakir paket internet, jadi enjoy saja membuka dashboard WP dan langsung mengetik artikel di sana. Tapi jika sedang mampet ide, saya buka-buka file tulisan lama hanya sekedar untuk menghidupkan lentera di otak saya. lanjutkan baca

SOC-KRW lancar jaya

Selama sepuluh hari saya tinggal, Kyai Garuda Seta terparkir di SOC dan meminta tolong ke mbak N untuk memanasinya, secara rutin. Sebelumnya saya sudah melakukan konsultasi dengan pihak bengkel dan ternyata tidak begitu aman jika hanya mencabut aki. Mereka menyarankan untuk dipanasi saja setidaknya 3 hari sekali.

Minggu, 3 Januari 2016 saya meninggalkan SOC sekitar jam 10-an setelah sebelumnya ngedrop Kika ke stasiun Purwosari. Ia akan kembali ke JOG dengan menggunakan KA Sidomukti. lanjutkan baca