Kucing teras

Sesekali Grey, Kitty dan Mike “keluar” rumah untuk bermain di sekitaran teras, garasi dan taman.  Mereka keluar saat pintu rumah terbuka, misalnya saat kami sedang kedatangan tamu. Mereka akan sedikit betah berada di luar, jika saat itu tidak ada kucing lain yang sedang bermain di rumah kami.

Arkian, kami mempunyai “kucing tamu” yang saban hari datang ke rumah dan berleha-leha di teras. Sebut saja Pak Coci, kucing berbulu coklat terang berhidung besar. Ia suka menyemprotkan air kencingnya ke suatu obyek untuk menandai wilayah kekuasaan. Ada juga Pak Abu, kucing gendut berwarna abu-abu yang suka tiduran di sudut teras. Kemudian ada bu Preti, yang galaknya minta ampun. lanjutkan baca

mBah Kakung

Semalam saya bermimpi ketemu mBah Kakung yang sudah marhum sekian puluh tahun lalu. Kalau sudah begitu, nanti ketika saya ke Karanganyar mesti nyekar ke kuburnya. Jangan-jangan mBah Kakung sedang kangen putu.

mBah Kakung yang saya maksud bapak dari ibu saya, yang biasa dipanggil oleh orang sekitarnya dengan mBah Reso atau mBah Dhuwur, karena tinggi badannya. Ia adalah pensiunan polisi (entah apa pangkat terakhirnya). Saya tak pernah menangi ia menggunakan seragam polisinya, sebab sependek ingatan saya, waktu saya ‘mengenal’ mBah Kakung ia sudah pensiun dari dinas kepolisian.

Waktu kecil dulu, rumah mBah Kakung dan rumah ibu saya beda kampung sehingga kalau saya ingin main ke rumahnya, mesti menyeberangi sungai Siwaluh – sebuah sungai yang membelah Kota Karanganyar – dalam arti menyeberang yang sebenarnya, karena jembatan Siwaluh cukup jauh dari rumah saya. lanjutkan baca

Mengatasi perut buncit

Kira-kira dua minggu lalu saya ketemu seorang kawan yang hampir setahun tidak bersua. Ia kaget melihat kondisi postur tubuh saya: saiki kok lemu banget. Wetengmu kok kaya wong meteng. Iya sih, saya menyadari kalau saya sekarang gemuk banget dan perut mirip bumil 7 bulan.

Bagaimana tidak gemuk dan buncit, untuk bergerak saja malas rasanya. Gerakan paling ekstrem yang saya lakukan misalnya saat ngepel, selebihnya jalan kaki yang cuma beberapa langkah saja. Tapi gerakan-gerakan tersebut tentu saja tidak maksimal membakar lemak, sementara makanan yang masuk ke perut saya jumlahnya lumayan banyak.

Bukannya saya tidak menyadari kondisi tubuh yang semakin membengkak. Makin tambah makmur ya? Demikian seloroh kawan saya tadi. Tepatnya, subur dan makmur untuk menggambarkan tubuh saya saat ini. lanjutkan baca