Satron #2

Paijo duduk di sofa. Ia mencoba menyalakan televisi, namun ia mengurungkan niatnya itu. Ia tak boleh terlena. Ia ingin melanjutkan aksinya.

Akhirnya ia mendapatkan beberapa barang berharga seperti laptop dan kamera DLSR. Di dekat meja setrika ia mendapati kantong londre, yang ia manfaatkan untuk menaruh barang-barang hasil curian.

Ia pun segera mengontak temannya supaya segera menjemputnya di depan rumah Lik Sukar. Paijo hilir mudik di garasi, gelisah menunggu kedatangan temannya.

***

Sepasang mata milik seorang lelaki mengamati perilaku Paijo yang gelisah menunggu temannya. Ia mengintai semenjak Paijo masuk rumah Lik Sukar lewat atap rumah. Ia tak mau ambil resiko, kuatir kalau Paijo membawa senjata dan menembak dirinya. lanjutkan baca

Satron #1

Kemarin – selama seminggu, Lik Sukar liburan tahun baru sekitaran SCO-JOG. Seperti kebiasaannya kalau meninggalkan rumah cukup lama, ia akan berpamit kepada Pak RT dan tetangga terdekat. Sudah puluhan tahun SOP-nya seperti itu dan aman-aman saja.

***

Siang yang terik membuat orang-orang malas keluar rumah. Situasi yang sepi semacam itu dimanfaatkan oleh Paijo untuk melakukan pengintaian terhadap rumah yang ditinggalkan penghuninya. Ia cukup yakin, kalau rumah Lik Sukar suwung. Setidaknya, sudah tiga hari ia mengintainya.

Maka, pada malam keempat ia akan mengeksekusi rencana menyatroni rumah Lik Sukar. Plan A dan Plan B sudah ia hapalkan di benak, termasuk jalur pelarian jika kepergok warga. lanjutkan baca

Korupsi level jelata

Aku mengendarai pelan bus AKAP jurusan Solo-Jogja yang berangkat dari Terminal Tirtonadi Solo. Penumpang belum ada separoh bus. Aku berharap di Terminal Kartosuro nanti banyak penumpang yang naik.

Apalagi hari minggu sore seperti ini. Mahasiswa yang kuliah di Jogja kembali dari mudiknya di sekitaran kota Solo. Aku menjadi sopir bus lima belas tahun lebih, sehingga hapal benar dengan tren penumpang bus.

Dalam perjalanan aku dibantu oleh seorang kenek dan kondektur. Tugas kenek lebih sering menjadi co-driver. Ia tahu persis ke mana arah stir-ku. Komunikasi kami lakukan dengan kode-kode tertentu. Prinsip kami, bus melaju cepat dan penumpang pun selamat sampai di tujuan.

Tugas utama kondektur menarik ongkos para penumpang. Ia juga nanti yang melakukan laporan dan setor uang kepada juragan bus.

Dari kaca spion aku dapat memperkirakan berapa jumlah penumpang dalam satu rit. Sehingga laporan keuangan yang disampaikan oleh kondektur bisa aku cross-check dari jumlah penumpang berdasarkan perkiraanku. lanjutkan baca